Jelang Imlek Sandra Dewi Ajarkan Anaknya Minta Angpao

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandra Dewi dan putranya, Raphael Moeis. Tabloidbintang.com

    Sandra Dewi dan putranya, Raphael Moeis. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahun Baru Imlek identik dengan tradisi menerima angpao. Biasanya anggota keluarga yang lebih muda dan belum berkeluarga mendapatkan uang dari anggota keluarga yang lebih tua dan sudah berkeluarga. Tradisi ini juga dilakukan di keluarga Sandra Dewi. 

    Baca juga: Sandra Dewi Berbagi Tips Diet Ampuh Buat Ibu Melahirkan

    Bahkan, Sandra Dewi mengaku sudah mengajarkan anaknya, Raphael Moeis minta angpao. Dia mengingatkan anaknya yang berusia 1 tahun itu jika nanti dia mendengar lagu Gong Xi Fa Cai, harus menggerakan tangannya untuk meminta angpao ke anggota keluarga lain.

    “Aku bilang, Rafa nanti itu pas Imlek akan ada bagi-bagi amplop ke orang-orang. Jadi, kamu harus begini-begini (menunjukkan gerakan tangan yang menggenggam satu sama lain), jadi kamu juga dapat,” tutur Sandra Dewi, saat ditemui di Tokopedia Tower, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. 

    Sandra Dewi dan anaknya Raphael Moeis. Instagram.com/sandradewi88

    Sandra Dewi mengatakan tahun ini adalah pertama kalinya, Raphael minta angpao. Tahun lalu, Raphael baru saja lahir pada saat mereka merayakan Tahun Baru Imlek. Tak hanya itu, Sandra pun merasa senang bisa mengajarkan anaknya meminta angpao. “Jadi enggak rugi-rugi banget, karena sekarang sudah menikah aku mulai kasih orang tapi dikasih juga,” lanjut Sandra Dewi.

    Artikel lain: Sandra Dewi Bawa Perangkat Lenong Demi Nutrisi Anak Tercukupi

    Selain meminta angpao, Sandra Dewi juga semangat untuk menunjukkan foto dengan keluarganya di Tahun Baru Imlek ini. Dia mengatakan sudah mempersiapkan busana cheongsam yang kembaran dengan suami dan anak satu-satunya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.