Jantung Berhenti Berdetak saat Bersin, Mitos atau Fakta?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang bersin. shutterstock.com

    Ilustrasi orang bersin. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Konon, saat seseorang bersin maka jantungnya akan berhenti berdetak. Tapi, benarkah jantung manusia berhenti berdetak saat bersin? Bersin sebetulnya adalah semacam mekanisme pertahanan.

    "Ini adalah perilaku naluriah yang dirancang untuk membersihkan hidung dari debu dan kotoran," kata Christopher Kelly, pakar jantung dan penulis buku Am I Dying? Panduan Lengkap untuk Gejala Anda -- dan Apa yang Harus Dilakukan Selanjutnya, dilansir Women's Health.

    Baca juga:
    Tips Olahraga Buat Pasien Penyakit Jantung
    Dokter: Remaja pun Bisa Terserang Penyakit Jantung Koroner

    Pada dasarnya, ketika bagian dalam hidung teriritasi, Anda akan secara refleks menutup mata, menarik napas dalam-dalam, dan otot-otot dada memaksa udara keluar dari paru-paru dengan kecepatan tinggi, meniup melalui hidung dan membersihkan apa pun yang menurut tubuh tidak seharusnya ada di sana.

    Benjamin S. Bleier, seorang ahli THT di Mass Eye and Ear di Boston, Amerika Serikat, mengatakan mitos kalau jantung berhenti berdetak saat bersin, sebetulnya ada benarnya. Posisi jantung sangat dekat dengan paru-paru. Saat seseorang mengambil napas dalam-dalam, yang dilakukan tepat sebelum bersin, dapat mengaktifkan saraf panjang yang disebut saraf vagus atau saraf yang menjulur dari otak ke bagian usus besar, kata Bleier.

    Salah satu fungsi saraf vagus adalah mengirimkan sinyal ke jantung untuk memperlambat kerja. Itu sebabnya mengambil napas dalam-dalam dapat membantu memperlambat detak jantung dan bahkan bisa menenangkan saat seseorang sedang stres.

    ilustrasi jantung (pixabay.com)

    "Pada beberapa orang, napas dalam yang terjadi saat bersin dapat mengaktifkan saraf vagus sedemikian rupa sehingga jantung melambat sebentar atau bahkan berhenti berdetak," kata Kelly. “Tetapi bagi kebanyakan orang, jantung akan terus berdetak pada kecepatan normal selama bersin, tanpa efek nyata."

    Tetapi, bahkan jika jantung berdetak kencang atau melambat sesaat, itu bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

    "Jantung berdetak rata-rata sekitar 70 hingga 90 kali per menit," kata Kelly. Masalah sebenarnya adalah ketika jantung benar-benar berhenti.

    "Jika berhenti lebih dari empat atau lima detik, Anda akan pingsan. Lebih lama dari itu, dan seseorang lebih baik mulai melakukan CPR," jelasnya. Tetapi sekali lagi, itu tidak akan terjadi karena bersin.

    Artikel lain:
    Cegah Masalah Jantung dengan 5 Makanan Sehat Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.