Tips Parenting: Anak Cerdas tanpa Gadget versi Psikolog

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak dan gadget. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak dan gadget. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Di era kecanggihan teknologi, penggunaan gadget sudah merambah kepada dunia anak. Banyak orang tua memberikan gadget dengan berbagai alasan, antara lain sebagai penangkal rewelnya, supaya mau makan, atau hiburan anak selagi orang tua melakukan pekerjaan rumah tangga.

    Baca: Carissa Puteri Terapkan Aturan Main Gadget untuk Anaknya

    Psikolog dari Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim mengatakan gadget sejatinya tidak perlu diperkenalkan kepada anak. "Pada batita, balita, bahkan, anak sekolah dasar tidak perlu lama-lama bermain gadget,” kata Rose Mini Agoes Salim.

    Menurut dia, gadget di usia batita dan balita bisa menganggu perkembangan anak karena kurangnya pemberian stimulasi. Mulai dari stimulasi kognitif, motorik halus, motorik kasar, sensorik, psikologi sosial, dan lainnya.

    Bila orang tua ingin memperkenalkan warna dan bentuk kepada batita dan balita, Rose Mini menyarankan berkreasilah dengan peralatan yang ada di rumah. Misalnya kotak tempat makan, taplak meja, atau tanaman dan bunga di teras. Ajak anak bicara agar terstimulasi kognitif, bahasa, dan kemampuan psikologi sosialnya.

    Ilustrasi anak main ponsel pintar. (Shutterstock.com)

    Rose Mini mengingatkan, ketika anak menonton video maka hanya satu kegiatan yang dilakukan. Sementara ketika diajak bicara oleh orang tua, anak belajar mempelajari ekspresi, membangun ikatan bersama, dan belajar bahasa ibu.

    Baca juga: Anak Main Gadget atau Nonton Televisi, Mana yang Lebih Baik?

    “Jangan salahkan anak jadi susah berkomunikasi dan terbuka ketika besar nanti, kalau saat kecil tidak pernah diajak bicara," kata Rose Mini. "Anak itu berkaca kepada orang tuanya saat belajar. Mengasuh anak itu keharusan bagi orang tua, jangan pake gaya disambi. Maka orang tua harus kreatif dan terlibat dua-duanya, ayah dan ibu."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.