Hijaber Kekinian di Persimpangan: Ikut Tren atau Tetap Sederhana

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Hijabers Community, Putri Dwi Andari. Instagram

    Ketua Hijabers Community, Putri Dwi Andari. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia tentu juga memiliki populasi muslimah yang cukup banyak. Jumlah muslimah yang menggunakan hijab di Indonesia juga terus meningkat setiap tahunnya.

    Baca: Ayana Moon Ogah Jadi Hafizah atau Ustazah: Influencer Islam Saja

    Komunitas muslimah yang menggunakan hijab seringkali disebut hijaber. Banyak anak muda yang menjadi bagian dari komunitas hijaber yang menerima berbagai tuntutan dari masyarakat mengenai penampilan mereka.

    Ketua Hijabers Community, Putri Dwi Andari mengatakan banyak tuntutan dari masyarakat untuk para muslimah berhijab agar bisa memperlihatkan image terbaiknya. Wanita berhijab mengalami dituntut untuk tetap mengikuti tren, terlihat cantik dan modis, namun tetap sejalan dengan syariat.

    Ketua Hijabers Comminity Putri Dwi Andari, R&D Manager PT Unilever Indonesia Tbk, Vivi Tri Andari, Laudya Cynthia Bella, Beauty & Personal Care Vice President, PT Unilever Indonesia Tbk, Ira Noviarti, dan dokter Spesialis Kulit dan Kecantikan, Irmadita Citrashanty saat peluncuran Nameera Aquatic Botanical, Rangkaian Skincare Halal di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis 31 Januari 2019. TEMPO | Astari P Sarosa

    "Tuntutan ini salah satunya dipengaruhi oleh media sosial. Biasanya yang sering dilakukan adalah mengkompensasi tuntutan tersebut dengan memaksimalkan penampilan dan penataan hijab atau makeup yang berlebihan,” kata Putri di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis 31 Januari 2019. Dia menjelaskan kalau dalam ajaran Islam tidak menganjurkan sesuatu yang berlebihan.

    Baca juga: Tren Hijab 2019, Gaya Sederhana dan Warna Alam

    Para hijaber yang masih muda dan ingin tetap terlihat maksimal setiap hari, mereka menghadapi dua tuntutan yang berbeda. Memiliki penampilan yang sederhana dan tidak terlalu berlebihan atau mengikuti tren terbaru dengan busana atau makeup yang tebal. “Jadi, banyak yang ingin tetap menjadi muslimah modern dan mengikuti tren, sekaligus memperhatikan hal-hal yang selaras dengan nilai-nilai Islam," ucap Putri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.