Tips Posisi Kompor, Kulkas, Oven di Dapur dari William Wongso

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi dapur modern dengan warna hangat. hgtvhome.sndimg.com

    Ilustrasi dapur modern dengan warna hangat. hgtvhome.sndimg.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Area dapur harus dibuat nyaman seperti ruangan lain di dalam rumah. Musababnya, fungsi dapur saat ini bukan sekadar tempat memasak. Dapur juga bisa menjadi tempat bercengkrama yang asyik sambil memasak atau sekadar memanaskan makanan.

    Baca: 5 Tip Dekorasi Dapur Mungil

    Pertambahan fungsi tersebut menjadi tantangan bagaimana cara menata peralatan elektronik hingga alat masak. Sebab, bila salah menata bisa membuat area dapur terlihat kotor dan kurang nyaman. Lalu, sebaiknya seperti apa menata dapur yang sehat dan nyaman? Berikut tips yang disampaikan pakar kuliner Indonesia, William Wongso.

    "Kalau bicara soal penataan dapur, budget untuk kontruksi yang diperhatikan. Bila besar dananya, Anda bisa menata dapur dengan maksimal," kata William Wongso kepada Tempo di Jakarta Selatan, Rabu 30 Januari 2019. Menurut dia, posisi kompor harus menghadap depan sehingga yang sedang memasak tidak membelakangi lawan bicara. Perhatikan pula sirkulasi udara, terutama keluaran asap dari kompor.

    Kulkas, bak cuci piring, dan oven bisa disusun sejajar dan diletakkan berseberangan dengan kompor. Alasannya, kata William Wongso, lebih sistematis dari persiapan hingga pengolahan.

    Dia menyarankan memiliki dua area dapur, yakni kotor dan bersih. Semua kegiatan mencuci, membersihkan, dan memotong diselesaikan di area dapur kotor. Sementara di dapur bersih tinggal mengolah bahan-bahan saja.

    Salah satu tempat blusukan William Wongso di Bukunya (Foto ISTIMEWA)

    Lantas bagaimana jika memiliki area dapur yang berukuran kecil? William Wongso menyarankan semua kegiatan mencuci hingga membersihkan bahan dilakukan satu per satu di bak cuci piring agar tidak saling terkontaminasi.

    "Biasanya ibu-ibu kalau masak di dapur, kondisinya seperti tsunami. Ditambah lagi area dapurnya kecil, maka semakin ruwet proses memasaknya," kata William Wongso. "Para ibu harus membedakan area meracik dan masak. Jangan berpindah ke area lain, sebelum selesai membersihkan bahan-bahan masakan."

    Baca juga: Peralatan Rumah Tangga Berbahan Plastik yang Aman Digunakan

    Kondisi dapur yang sehat dan nyaman juga tak terlepas dari cara pengolahan dan penyimpanan bahan-bahan. "Tidak perlu berpikir seperti dapur hotel yang memiliki kulkas untuk setiap jenis bahan masakan, seperti kulkas khusus daging, sayur, atau buah. Bahan masakan kita tetap aman di dalam satu kulkas, asalkan di-bungkus dengan benar," kata dia.

    Jika di rumah ada alat vacuum makanan, ini lebih baik untuk mengunci kesegaran bahan. "Saya sarankan bahan apa pun yang sudah dipakai setengah, sebaiknya segera dihabiskan untuk bisa menyerap gizi terbaik di dalamnya," ucap William Wongso.

    Terkait kebersihan proses pemotongan, William Wongso menyiapkan tiga pisau dan talenan berbeda untuk sayur, protein, dan buah agar tidak saling mengontaminasi. "Saya tidak menunda membuang sampah saat memasak dan selalu bersihkan dengan lap basah dan kering. Biasakan pula membersihkan kulkas setiap minggu," kata William Wongso.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.