3 Dorongan Terbesar Perempuan Menghabiskan Uang untuk Belanja

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja. shutterstock.com

    Ilustrasi belanja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan data MarkPlus 2014, konsumen dengan pengeluaran terbesar didominasi oleh perempuan. Dengan komposisi pengeluaran 64 persen untuk kebutuhan sehari-hari, baik itu kebutuhan rumah tangga maupun keperluan pribadi.

    Baca juga: Perempuan, Punya Hari dan Jam Khusus untuk Belanja

    Selain itu, kurang dari 10 persen untuk tabungan dan investasi, sedangkan sisanya untuk gaya hidup. Menurut konsultan keuangan Farah Dini Novita, ada beberapa alasan perempuan menggunakan uangnya untuk berbelanja

    #1. Care-givers
    Berdasarkan banyak survei yang dilakukan mengenai tingginya perilaku perempuan berbelanja, salah satu penyebab utamanya adalah perempuan tidak hanya memikirkan diri sendiri ketika berbelanja, tetapi juga orang-orang yang dekat dengannya.

    "Tanyakan kepada diri Anda, seberapa sering ketika berbelanja lebih melihat barang yang bagus/berguna / dibutuhkan untuk anak, pasangan, atau orang tua?" ujar Farah kepada Tempo beberapa waktu lalu.  

    Perempuan memiliki tendensi untuk menyenangkan hati orang terdekatnya, sehingga terkadang lupa dengan kebutuhan pribadi. Ini juga tidak terlepas dari peranan perempuan yang memiliki naluri sebagai seorang care-givers. Mereka tidak akan ragu untuk mengeluarkan uang berapa pun, terutama demi kebutuhan anak dan orang tua.

    #2. Kesenangan Pribadi
    Setiap perempuan pasti memiliki satu pengeluaran yang disesuaikan dengan kesenangannya. Ada yang tidak ragu berbelanja pakaian dan make up. Ada pula yang lebih banyak menggunakan uang untuk nongkrong atau makan di luar bersama teman. Banyak pula perempuan yang hobi travelling beberapa kali dalam setahun.

    #3. Pengaruh Kelompok
    Pengeluaran belanja terbesar juga dapat dipengaruhi oleh kebutuhan perempuan untuk bersosialisasi dengan lingkungan ataupun komunitasnya. Jika Anda berada di lingkungan yang selalu akrab dengan barang fashion atau komestik terbaru, maka besar pengeluaran di ranah tersebut. Sedangkan saat berada di lingkungan para orang tua murid yang saling sharing tempat gym, les anak, atau multivitamin anak, maka itu bisa menjadi pos pengeluaran terbesar. "Perempuan lebih mudah berbelanja saat mendengar hasil review produk atau jasa yang disampaikan oleh orang-orang terdekatnya," ujar Farah yang juga sebagai Co-founder & Vice-CEO Jouska.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.