Sandra Dewi Ngebet Ingin Punya Anak Lagi, Ada 4 Alasannya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandra Dewi di acara peluncuran koleksi baby food processor OONEW di Tokopedia Tower, Jakarta Selatan, Jumat 25 Januari 2019. TEMPO | Silvy Riana Putri

    Sandra Dewi di acara peluncuran koleksi baby food processor OONEW di Tokopedia Tower, Jakarta Selatan, Jumat 25 Januari 2019. TEMPO | Silvy Riana Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Sandra Dewi dan suami, Harvey Moeis berencana memiliki anak kedua di tahun 2019. Sandra Dewi mengungkapkan empat alasan dia 'ngebet' punya adik untuk Raphael Moeis yang kini berusia 1 tahun.

    Baca: Merasa Berumur, Sandra Dewi Targetkan Anak Kedua Sebelum 40 Tahun

    Pertama karena umur Sandra Dewi pada tahun ini 36 tahun dan berkaitan dengan usia reproduksi perempuan. "Saya ingin memberikan upaya terbaik dalam merawat dan mengasuh anak-anak," ucap Sandra Dewi saat ditemui di Jakarta, Jumat 25 Januari 2019.

    Alasan kedua, Sandra Dewi ingin jarak usia anak-anaknya hanya satu tahun, sebagaimana jarak kelahiran dia dengan adik-adiknya. Punya saudara yang usianya tak terpaut jauh, menurut Sandra Dewi membuatnya merasa hubungan mereka seperti sahabat.

    Sandra Dewi dan putranya, Raphael Moeis. Tabloidbintang.com

    Ketiga, adalah keinginan Sandra Dewi dan Harvey Moeis memiliki dua anak. "Jadi, kami berdoa semoga mendapat berkah itu di tahun ini," tuturnya.

    Alasan terakhir, Sandra Dewi menjelaskan, pengalamannya sebagai ibu masih segar karena Raphael Moeis lahir pada 31 Desember 2017. "Kesalahan-kesalahan yang saya buat kemarin bisa diperbaiki di anak kedua. Kalau jedanya terlalu lama, saya bisa lupa dan mengulangi kesalahan yang sama," ucap dia.

    Baca juga: Sandra Dewi Ogah Olahraga Jingkrak-jingkrak, Pilih Kontrol Emosi

    Saat ditanya keinginan jenis kelamin anak, Sandra Dewi mengatakan menerima apapun yang diberikan Tuhan. "Kalau diizinkan anak perempuan, jadi sepasang. Kalau anak laki-laki lagi, kami juga bersyukur. Jadi, di foto keluarga, saya yang paling cantik," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.