Pentingnya Keterlibatan Wanita Mencoblos di Pilpres 2019

Ilustrasi e-Pemilu, para pemilih membawa e-KTP untuk memilih calon pemimpinnya. Kredit: Humas BPPT

TEMPO.CO, Jakarta - Menuju Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019, semakin banyak diskusi mengenai pilihan-pilihan masyarakat untuk kedua kandidat yang ada, dan juga untuk pemilihan umum legislatif Indonesia 2019. Walaupun masyarakat dari semua kelas, gender, usia ada yang terlibat dan ada yang tidak, ternyata wanita Indonesia masih banyak yang belum terlalu terlibat dengan politik.

Baca juga: Suami Istri Ribut Gara-gara Isu Pilpres 2019, Isi Solusinya

Alasannya karena banyak wanita yang merasa kalau politik tidak memiliki dampak langsung pada mereka. “Masih banyak yang merasa malas, karena merasa kalau itu bukan suatu hal yang dekat dengan mereka. Padahal itu dekat sekali,” jelas Ratu Dyah Ayu Widyaswari atau Widy, Direktur Eksekutif We The Youth yang baru saja meluncurkan kampanye “Seratus Persen Indonesia Nyoblos”, di Satrio Tower, Jakarta Selatan, Rabu 23 Januari 2019.

Bahkan, dampak politik lebih besar pada perempuan dibanding laki-laki. Widy menjelaskan banyak isu-isu perempuan yang lebih dekat dengan apa yang dibicarakan di politik. “Kesehatan, ekonomi, pendidikan. Perempuan juga harus melihat politik itu sebagai suatu kebutuhan,” lanjut Widy. Politik memiliki dampak yang sangat besar pada kehidupan perempuan.

Selain itu, Widy juga menjelaskan cara memilih dengan bijak. “Melihat track record, apa yang mereka sudah lakukan, apa yang mereka tawarkan pada kita. Kalau mereka tidak membawa kepentingan kita, jangan dipilih,” lanjutnya. Besarnya dampak politik pada kehidupan wanita, ia juga mengingatkan sebelum pilpres sebaiknya mencari data dan informasi yang akurat.






Inilah yang Harus Anda Dilakukan jika Mengalami KDRT

2 hari lalu

Inilah yang Harus Anda Dilakukan jika Mengalami KDRT

KDRT dapat dialami siapa saja. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan jika mengalami KDRT.


Menjelang Pemilu 2024, Kenali Istilah Elektabilitas dalam Politik

4 hari lalu

Menjelang Pemilu 2024, Kenali Istilah Elektabilitas dalam Politik

Elektabilitas menjadi perbincangan menjelang pemilu 2024. Apa makna sebenarnya?


Hari Jantung Sedunia, Perempuan Rentan Kena Serangan Jantung setelah Menopause

7 hari lalu

Hari Jantung Sedunia, Perempuan Rentan Kena Serangan Jantung setelah Menopause

Wanita cenderung memiliki kekebalan relatif terhadap serangan jantung sebelum menopause, tapi setelahnya?


Inilah 6 Makanan dan Minuman yang Tinggi Gula, Salah Satunya Jus Buah

8 hari lalu

Inilah 6 Makanan dan Minuman yang Tinggi Gula, Salah Satunya Jus Buah

Mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung tinggi gula dapat berbahaya bagi kesehatan.


Berapa Batas Konsumsi Gula dalam Sehari?

8 hari lalu

Berapa Batas Konsumsi Gula dalam Sehari?

Jumlah gula yang aman dikonsumsi per hari mungkin bergantung pada total asupan kalori, tingkat aktivitas, dan faktor lainnya.


Stuart Weitzman Tunjuk Kim Kardashian Sebagai Duta Merek Tunjukkan Kekuatan Baru

8 hari lalu

Stuart Weitzman Tunjuk Kim Kardashian Sebagai Duta Merek Tunjukkan Kekuatan Baru

Stuart Weitzman berharap dapat lebih menyentuh konsumen milenial secara emosional


Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

9 hari lalu

Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

Kemarahan para perempuan dalam demo Iran yang mengutuk kematian Mahsa Amini, dituangkan dalam teriakan lantang: perempuan, hidup dan kebebasan.


Alasan Klasik Wanita Pantang PDKT ke Pria Terlebih Dulu

10 hari lalu

Alasan Klasik Wanita Pantang PDKT ke Pria Terlebih Dulu

Banyak yang menganggap tak wajar jika wanita lebih dulu mendekati atau PDKT ke pria di zaman sekarang. Benarkah demikian?


4 Risiko Intermittent Fasting yang Dialami Wanita

13 hari lalu

4 Risiko Intermittent Fasting yang Dialami Wanita

Ada beberapa alasan intermittent fasting mungkin bukan yang terbaik untuk wanita


Top 3 dunia: Perempuan di Iran Memprotes Aturan Jilbab yang Ketat

13 hari lalu

Top 3 dunia: Perempuan di Iran Memprotes Aturan Jilbab yang Ketat

Top 3 dunia pada 22 September 2022, di urutan pertama unjuk rasa yang dilakukan perempuan Iran untuk memprotes ketatnya aturan berjilbab di negara itu