Ingin Mengajak Anak Liburan, Pilih Lokasi yang Akrab dengan Alam

Reporter

Ilustrasi liburan keluarga. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Kala memilih destinasi liburan bersama anak, ada kriteria yang harus dipertimbangkan. Psikolog keluarga dan pernikahan dari Rumah Dandelion, Nadya Pramesrani, M.Psi., menyarankan lokasi yang memungkinkan anak bermain dan mengeksplorasi lingkungan.

"Pilih kegiatan yang melibatkan interaksi bermain dan eksplorasi lingkungan bagi semua anggota keluarga karena dapat menstimulasi perkembangan otak anak," katanya.

Artikel lain:
Belum Berkemas Menjelang Liburan, Ikuti Tips Praktis Berikut
4 Aktivitas Seru Pengisi Liburan Bersama Keluarga

Menurut Nadya, sebaiknya pilih kegiatan di luar ruangan dan berada di alam karena bisa meningkatkan kemampuan konsentrasi anak. Dia mengatakan data survei menunjukkan angka diagnosa konsentrasi anak di kota kurang karena terlalu banyak berada di dalam ruangan.

"Selain itu, kegiatan di luar ruangan juga membuat kemampuan fisik dan daya tahan tubuh anak meningkat," tutur Nadya.

Baca juga:
Ingin Liburan Hemat, Tapi Jangan Sampai Melakukan 5 Hal Ini
Di Rumah tapi Serasa Liburan, Bagaimana Caranya?

Berlibur bersama anak memiliki sederet manfaat, salah satunya meningkatkan kualitas hubungan antara anak dan orang tua. Hasil survei Lonely Planets pada 2018 memperlihatkan bahwa orang tua biasanya mengajak keluarganya berlibur 2-3 kali dalam setahun.

Cara ini bahkan menjadi tren dalam lima tahun terakhir. Alasannya adalah keinginan memberikan pengalaman liburan yang sama seperti yang mereka alami saat masih anak-anak.






Alasan Mengapa Tak Boleh Berteriak saat Mendisiplinkan Anak

5 jam lalu

Alasan Mengapa Tak Boleh Berteriak saat Mendisiplinkan Anak

Berteriak adalah cara kuno untuk mendisiplinkan. anak Cara ini dianggap efektif, tetapi sebenarnya tidak ada gunanya.


5 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Orang Tua saat Berdebat dengan Anak Remaja

16 jam lalu

5 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Orang Tua saat Berdebat dengan Anak Remaja

Jangan berasumsi bahwa anak remaja akan berhenti berdebat sendiri atau mengalah.


Korban Tewas Termuda Penembakan Massal di Thailand Berusia 2 Tahun

1 hari lalu

Korban Tewas Termuda Penembakan Massal di Thailand Berusia 2 Tahun

Pejabat kepolisian Thailand mengkonfirmasi korban termuda dari penembakan massal di Thailand berusia 2 tahun.


Pulau-pulau Wisata di Kepulauan Seribu yang Menarik untuk Liburan

1 hari lalu

Pulau-pulau Wisata di Kepulauan Seribu yang Menarik untuk Liburan

Sejumlah pulau di Kepulauan Seribu cocok untuk menjadi tujuan wisata singkat di akhir pekan.


Malaysia Hentikan Pengejaran Utang Pajak Penghasilan Rp34 Miliar Putri Najib Razak

2 hari lalu

Malaysia Hentikan Pengejaran Utang Pajak Penghasilan Rp34 Miliar Putri Najib Razak

Pengacara Putri Najib Razak ketika dihubungi mengatakan IRB mengajukan pemberitahuan penghentian banding Senin lalu.


Tiga Putra Remaja Ramzan Kadyrov Segera Gabung Wamil Rusia

2 hari lalu

Tiga Putra Remaja Ramzan Kadyrov Segera Gabung Wamil Rusia

Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menyatakan tiga putranya yang masih remaja akan mengikuti wajib militer Rusia untuk perang Ukraina.


Kembangkan Potensi Anak dengan Pola Asuh Otoritatif

2 hari lalu

Kembangkan Potensi Anak dengan Pola Asuh Otoritatif

Psikolog menjelaskan pola asuh otoritatif dapat diterapkan orang tua karena bermanfaat untuk memberikan dukungan dan mengasah perkembangan anak.


Alasan Sarah Michelle Gellar Tidak Izinkan Anak Punya Akun Media Sosial

2 hari lalu

Alasan Sarah Michelle Gellar Tidak Izinkan Anak Punya Akun Media Sosial

Sarah Michelle Gellar dan suaminya Freddie Prinze Jr. punya aturan khusus untuk anak-anaknya


Tragedi Kanjuruhan, KPAI Minta Ada Solusi agar Anak Aman saat di Stadion

2 hari lalu

Tragedi Kanjuruhan, KPAI Minta Ada Solusi agar Anak Aman saat di Stadion

TGIPF tragedi Kanjuruhan diharapkan bisa menemukan solusi agar suporter anak aman kala menonton sepak bola di stadion


Pentingnya Tanamkan Nilai Sportivitas pada Anak sejak Dini

2 hari lalu

Pentingnya Tanamkan Nilai Sportivitas pada Anak sejak Dini

Psikolog mengatakan orang tua perlu menanamkan nilai-nilai sportivitas pada anak sedini mungkin karena sangat penting untuk pembentukan karakter.