Peran Ibu di Kampanye Mari Bicara, Indonesia!

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dr. Devie Rahmawati (Pakar Ilmu Sosial, Budaya dan Komunikasi, Universitas Indonesia), Mona Ratuliu (Brand Ambassador SariWangi), Johan Lie (Senior Brand Manager of SariWangi, PT Unilever Indonesia) dan Kezia Warouw (Puteri Indonesia 2016) di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Selasa 15 Januari 2019. TEMPO/Astari Pinasthika Sarosa

    Dr. Devie Rahmawati (Pakar Ilmu Sosial, Budaya dan Komunikasi, Universitas Indonesia), Mona Ratuliu (Brand Ambassador SariWangi), Johan Lie (Senior Brand Manager of SariWangi, PT Unilever Indonesia) dan Kezia Warouw (Puteri Indonesia 2016) di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Selasa 15 Januari 2019. TEMPO/Astari Pinasthika Sarosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Perbedaan pendapat bukanlah suatu hal yang bisa dihindari. Dalam hidup ini, kita pasti akan bertemu dengan seseorang yang memiliki pendapat yang berbeda dengan kita. Namun, cara menghadapi perbedaan pendapat ini adalah suatu hal yang menjadi pilihan kita.

    Baca juga: Peran Ibu dalam Membentuk Pola Makan Anak

    Data dari survei yang dilakukan merek teh, SariWangi yang dilakukan di Indonesia, menunjukkan bahwa 64 persen responden mengakui pernah atau berpikir untuk memutuskan hubungan dengan orang terdekatnya karena memiliki perbedaan pendapat atau kepribadian. Namun, 96 persen dari responden tersebut mengatakan kalau mereka sebenarnya tidak ingin perbedaan pendapat memutus hubungan dengan orang-orang terdekat. 

    Berangkat dari hasil suvei itu, SariWangi membuat kampanye “Mari Bicara, Indonesia!” yang bertujuan untuk mengajak masyarakat Indonesia menghadapi perbedaan dengan berbicara. Senior Brand Manager of SariWangi, PT Unilever Indonesi, Johan Lie, mengatakan keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat bisa menjadi langkah awal untuk mengetahui cara komunikasi yang baik.  

    Misalnya, mengajarkan cara untuk berbincang dengan seseorang yang memiliki perbedaan pendapat bisa dimulai dari para ibu. Seorang ibu memiliki peran penting untuk menjadi contoh yang baik ke anak-anaknya. Bisa dimulai dari dengan suami, dengan anak-anak sendiri, dan dengan teman-temannya, ibu harus bisa menunjukkan cara terbaik untuk menghadapi perbedaan. Para ibu bisa memulai hal tersebut di rumah tangganya, mengajarkan anak untuk melakukan hal yang sama.

    Johan Lie, menambahkan kampanye ini mendorong kalau komunikasi bisa berjalin dengan hangat kalau ada teh yang menemaninya. “Untuk memulai hubungan tersebut bisa dimulai dari saling bicara. Kesalah pahaman, putus hubungan, leave chat, unfriend, enggak berhubungan lagi dengan teman lama, sebenarnya bisa diatasi lagi dengan hal-hal sederhana seperti apa kabar hari ini? Bisa dengan minum teh bersama,” kata Lie. 

    Melalui kampanye “Mari Bicara, Indonesia!”, SariWangi mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi menyumbangkan aspirasi dan pesan tentang keberagaman melalui www.tehsariwangi.com. Pesan dan aspirasi tersebut akan dibagi ke masyarakat luas agar bisa berkontribusi untuk membuat perubahaan yang baik bagi Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Suara Jokowi - Ma'ruf dan Prabowo - Sandiaga di Pilpres 2019

    Komisi Pemilihan Umum mencatat pasangan Jokowi - Ma'ruf menang di 21 provinsi, sedangkan Prabowo - Sandiaga unggul di 13 provinsi saat Pilpres 2019.