Cara Efektif Menjembatani Perdebatan dengan Makanan dan Minuman

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Debat. shutterstock.com

    Ilustrasi Debat. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perbedaan pendapat seringkali bisa menghasilkan perdebatan. Hal ini tentu sulit dihindari, karena itu sangat penting untuk mengetahui cara menghadapi perdebatan dengan teman, komunitas, atau bahkan keluarga.

    Baca juga: Berita Hari Ini: Debat Politik? Produktivitas Taruhannya

    Kunci untuk menjembatani perdebatan adalah dengan komunikasi. Salah satu cara paling sederhana untuk memulai percakapan dengan orang yang memiliki pendapat yang berbeda adalah dengan makanan dan minuman.

    Pakar Ilmu Sosial, Budaya dan Komunikasi, Universitas Indonesia, Dr. Devie Rahmawati, mengatakan kalau pembicaraan yang sudah memanas akan meleleh atau menjadi lebih tenang dengan adanya makanan dan minuman. “Kita suka emosi melihat orang yang dihadapan, kita mau menyakar kalo lagi debat. Kadang kita kesulitan untuk mengendalikan diri kita sendiri, nada pasti tinggi. Dengan "minum dulu, coba" itu lumayan bisa jadi tenang, makanya saya bilang jembatan karena itu,” jelas Dr. Devie Rahmawati, di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Selasa 15 Januari 2019.

    ADVERTISEMENT

    Dr. Devie menjelaskan lebih lanjut kalau saat terjadi perdebatan, tentu tidak ada yang merasa kalau dirinya salah. Karena itu, perdebatan perlu ada sesuatu yang menengahi percakapan saat sudah memanas. Makanan kecil atau minuman teh pun bisa jadi cara untuk menengahi percakapan dan juga bisa menenangkan kedua pihak.

    Pada saat orang yang sedang berdebat disajikan makanan atau minuman, dia harus mengambil waktu untuk menelan minuman dan makanan tersebut. Di waktu yang singkat itu, seringkali orang akan merasa lebih tenang dan bisa berpikir lebih jernih dan rasional. “Itulah kenapa dalam beberapa penelitian menyebutkan pentingnya makanan dan minuman untuk mencairkan suasana,” tandas Dr. Devie.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...