Dokter Ungkap Kaitan Diabetes di Usia Muda dan Gangguan Mental

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diabetes (pixabay.com)

    Ilustrasi diabetes (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Diabetes ternyata juga dapat menjadi penyebab munculnya gangguan mental, terutama pada penderita yang usianya di bawah 40 tahun. Jadi, bukan hanya menyebabkan serentetan gangguan fisik. 

    Penelitian terbaru yang dilakukan di Hong Kong mengungkapkan 37 persen kasus rawat inap penderita diabetes berusia di bawah 40 tahun disebabkan oleh gangguan mental, seperti gangguan suasana hati, depresi, bipolar, halusinasi, dan skizofrenia. 

    Artikel terkait:
    Risiko Hamil di Atas 30 Tahun, Awas Diabetes
    Waspadai 8 Gejala Ini, Bisa Jadi Anak Terkena Diabetes

    Mengapa penderita diabetes berusia di bawah 40 tahun lebih rentan mengalami gangguan kesehatan mental? Dr. Juliana Chan, direktur Institut Diabetes dan Obesitas Hong Kong, Universitas Cina di Hong Kong, yang menggagas penelitian ini menyebutkan, beban psikologis pengidap dalam menghadapi diabetes yang notabene bukan penyakit yang mudah disembuhkan menjadi pencetus pengidap usia muda mengalami stres.

    "Terkena penyakit di usia muda, proses pengobatan yang panjang dan lama, buruknya kontrol kesehatan, dan perawatan mandiri yang tidak optimal menjadi faktor yang berkontribusi tingginya risiko rawat inap yang dialami pengidap diabetes usia muda," jelas Chan.

    Baca juga:
    8 Akibat Diabetes pada Tubuh dan Cara Menangkalnya
    Kelak, Diabetes Dapat Disembuhkan Sendiri oleh Tubuh Manusia

    Menurut Chan, beban psikologis yang muncul akibat berurusan dengan penyakit diabetes memicu aktivasi hormon stres, sehingga memperburuk kontrol kadar gula darah yang berakibat pada obesitas dan inflamasi saraf. 

    "Inflamasi sendiri dapat mempengaruhi sistem saraf pusat dan memperburuk kesehatan mental seseorang," kata Chan. 

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.