Ayo Makan Talas yang Bikin Kenyang dan Bisa Cegah Kanker

Reporter

Ilustrasi talas. wikipedia.org

TEMPO.CO, Jakarta - Talas kaya nutrisi, seperti protein, kalsium, tiamin, fosfor, riboflavin, niasin, vitamin C, dan kuersetin, yang bagus bagi kesehatan tubuh. Sejumlah manfaat mengonsumsi talas adalah dapat mencegah kanker, penyakit jantung, dan menurunkan berat badan.

Jadi, kenapa tidak mencoba mengonsumsi talas sebagai pelengkap ubi atau ketela. Berikut ini, deretan faedah memakan talas, seperti dikutip dari laman Boldsky.

Baca juga:
6 Jenis Kanker yang Sering Menyerang Anak
Ini Langkah Terbaik untuk Melawan Kanker

#Menyeimbangkan gula darah
Orang yang mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah memiliki peluang lebih kecil untuk terkena penyakit jantung dan diabetes. Talas memiliki indeks glikemik rendah, yang secara alami membantu pasien diabetes mengontrol gula darah secara efektif. Talas juga membantu menyeimbangkan kadar glukosa darah, yang berfungsi menurunkan dan mengendalikan lipid dan trigliserida, sehingga membantu penurunan berat badan dan pemeliharaan indeks massa tubuh.

#Mencegah kanker
Talas mengandung polifenol yang merupakan senyawa kompleks nabati. Mereka adalah antioksidan alami yang memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk mencegah kanker. Kuersetin adalah polifenol utama yang ditemukan dalam talas, yang juga merupakan bahan penting dari apel, bawang, dan teh. Kuersetin dapat bertindak sebagai chemopreventers karena dapat memblokir pertumbuhan sel kanker.

#Mencegah penyakit jantung
Talas mengandung banyak pati dan serat makanan. Serat berperan penting dalam mengurangi LDL (kolesterol jahat). Pati resisten yang ditemukan pada talas berfungsi untuk metabolisme, yakni mengurangi respons insulinemik, meningkatkan sensitivitas insulin seluruh tubuh, dan mengurangi penyimpanan lemak. Dengan demikian, aliran darah menjadi efisien tanpa penyumbatan.

Artikel terkait:
Hal yang Perlu Dilakukan Saat Anggota Keluarga Mengidap Kanker

#Meningkatkan kekebalan tubuh
Talas dan tanaman mengandung zat tepung lain memiliki peran penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh. Mereka kaya antioksidan, hipokolesterolemia, imunomodulator, hipoglikemik, dan antimikroba. Senyawa bioaktif ada pada talas, yaitu senyawa fenolik, glikalkaloid, saponin, asam fitat, dan protein bioaktif. Vitamin C pada talas memperkuat tubuh dan melindungi dari penyakit umum, seperti pilek, batuk, flu dan lainnya.

#Menjaga kesehatan mata
Vitamin A sebagai betakaroten dan cryptoxanthin adalah antioksidan utama dalam talas yang meningkatkan penglihatan dan kesehatan mata secara keseluruhan. Vitamin A telah terbukti membantu melumasi mata kering, juga mengurangi risiko kehilangan penglihatan yang dapat terjadi dari degenerasi makula. Vitamin A yang dikombinasikan dengan lutein dapat membantu meningkatkan kondisi bagi orang-orang dengan kehilangan penglihatan periferal.

#Membantu menurunkan berat badan
Talas mengandung persentase serat yang baik. Selain bagus bagi sistem pencernaan, talas juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Konsumsi serat, larut atau tidak larut, telah dikenal untuk meningkatkan rasa kenyang setelah makan dan mengurangi keinginan untuk makan. Serat makanan membantu tetap kenyang untuk waktu yang lebih lama.

#Meningkatkan metabolisme otot
Talas adalah sumber magnesium dan vitamin E, keduanya dikenal untuk meningkatkan metabolisme dan mempertahankan fungsi otot normal. Magnesium dalam pola makan dapat meningkatkan aktivitas fisik. Vitamin E terbukti efektif untuk mengatasi kelelahan otot dan sifat kontraktif. Talas juga mengandung karbohidrat yang penting untuk pemulihan otot dan energi pasca-sesi latihan yang intens.

Artikel lain:
Dua Kanker Ini Paling Banyak Mengancam Wanita






Selain Diet, Inilah 4 Cara yang Bisa Menurunkan Berat Badan

12 jam lalu

Selain Diet, Inilah 4 Cara yang Bisa Menurunkan Berat Badan

Menurunkan berat badan bisa dilakukan tanpa diet. Bagaimana caranya?


Mengenal Ileus Paralitik, Gangguan Kontraksi Otot Usus yang Dapat Sebabkan Penumpukan Makanan

1 hari lalu

Mengenal Ileus Paralitik, Gangguan Kontraksi Otot Usus yang Dapat Sebabkan Penumpukan Makanan

Penyumbatan atau obstruksi usus akibat ileus paralitik sering disebut dengan pseudo-obstruction.


Apa itu Alergi Sulfit dan Penyebabnya?

1 hari lalu

Apa itu Alergi Sulfit dan Penyebabnya?

Zat kimia tertentu seperti sulfit rentan menyebabkan alergi


5 Kiat Mengonsumsi Makanan Saat Kondisi Lidah Mati Rasa atau Ageusia

1 hari lalu

5 Kiat Mengonsumsi Makanan Saat Kondisi Lidah Mati Rasa atau Ageusia

Saat makan atau minum lidah tak merasakan apa-apa menandakan kondisi ageusia


Badai Ian Mereda, Warga Kuba Protes Kekurangan Pasokan Makanan

2 hari lalu

Badai Ian Mereda, Warga Kuba Protes Kekurangan Pasokan Makanan

Kuba telah memulihkan listrik di sebagian besar wilayah Havana setelah dikacau oleh badai Ian.


Hindari 8 Aktivitas Ini Setelah Makan

2 hari lalu

Hindari 8 Aktivitas Ini Setelah Makan

Hal yang perlu dilakukan setelah makan adalah tetap bergerak, tetapi tidak melakukan gerakan intens atau berlebihan.


Makanan Sehat Ini Dianggap Buruk jika Dikonsumsi Setelah Berolahraga

3 hari lalu

Makanan Sehat Ini Dianggap Buruk jika Dikonsumsi Setelah Berolahraga

Karbohidrat dan protein adalah nutrisi yang diperlukan untuk pemulihan pasca-olahraga.


Mengapa Makanan di Restoran Terasa Lebih Enak?

3 hari lalu

Mengapa Makanan di Restoran Terasa Lebih Enak?

Dari pengalaman hingga peralatan, ada beberapa alasan yang membuat makanan restoran terasa lebih lezat daripada di rumah.


Ketahui Sindrom Frey, Sebab Berkeringat Ketika Makan

3 hari lalu

Ketahui Sindrom Frey, Sebab Berkeringat Ketika Makan

Kondisi ini pertama kali dilaporkan dalam literatur medis yang ditulis Baillarger pada 1853. Inilah sindrom frey, berkeringat ketika makan.


Kata Dokter Soal Polemik BPA Bisa Sebabkan Kanker

3 hari lalu

Kata Dokter Soal Polemik BPA Bisa Sebabkan Kanker

Belakangan ini muncul polemik seputar Bisfenol A (BPA) yang menyebabkan masalah kesehatan, seperti kanker. Simak penjelasan dokter.