Pusing dan Sakit Kepala Tak Sama, Cek Bedanya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita pusing/darah rendah. Shutterstock

    Ilustrasi wanita pusing/darah rendah. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat merasa sakit pada bagian kepala, kita mungkin pernah salah mengartikan gejalanya. Ada yang bilang sakit kepala, tetapi ada pula yang menyebutnya pusing.

    Banyak yang mengira kalau keduanya memiliki makna yang sama. Padahal, kedua kondisi tersebut sebenarnya memiliki gejala yang berbeda.

    Artikel lain:
    4 Makanan Ini Dapat Meredakan Sakit Kepala
    Sakit Kepala karena Lapar, Cek Faktor Penyebabnya

    Ketika salah mengartikan pusing dengan sakit kepala, lalu mengatakannya pada dokter, kemungkinan terburuknya adalah bisa salah diagnosis. Obat yang diresepkan juga mungkin tak sesuai dengan kondisi sakit kita. Lalu apa bedanya?

    #Pusing
    Pusing atau dizzy adalah kondisi kepala yang terasa tidak enak atau kliyengan. Saat merasa pusing, kita biasanya merasa mau pingsan. Gejalanya kadang juga disertai dengan keluhan mual atau muntah. Walaupun merasa pusing dan kliyengan, namun orang yang mengalami pusing tidak merasakan sensasi berputar, berbeda dengan vertigo.

    Baca juga:
    Mengenali 7 Jenis Sakit Kepala dan Gejalanya
    Jangan Anggap Enteng Sakit Kepala, Kenali 6 Penyebabnya

    #Sakit kepala
    Berbeda dengan pusing, nyeri kepala adalah kondisi saat kita merasakan rasa sakit di seluruh atau sebagian area kepala. Saat merasakan gejala sakit kepala, kita tidak merasakan gangguan keseimbangan dan tidak mengalami sensasi berputar.

    Lokasi nyeri atau sakit kepala bisa di seluruh kepala (tension-type headache), satu sisi kepala (migraine), leher, sekitar mata (cluster headache), atau area-area tertentu di wajah.

    TEEN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.