5 Manfaat Baik Air Jahe, Meredakan Mual sampai Nyeri Haid

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi air jahe. (Unsplash.com/Dominik Martin)

    Ilustrasi air jahe. (Unsplash.com/Dominik Martin)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jahe memiliki beberapa manfaat kesehatan karena sifat anti-inflamasinya. Tak heran jika banyak orang yang mencoba merasakan manfaatnya dari air jahe. Cara membuat air jahe pun tak sulit. Cukup tambahkan parutan atau irisan jahe mentah ke air mendidih dan biarkan 10 menit sebelum disaring.  

    Baca juga: Jahe, Bumbu Dapur dengan Segudang Manfaat

    Menurut Direktur Nutrisi di Good Housekeeping Institute, Jaclyn London, air rasa jahe bukanlah minuman yang menyembuhkan semua masalah kesehatan. Namun, ia menambahkan, menyeruput air secara teratur tentu tidak ada salahnya - asalkan Anda menggunakan versi yang tidak diberi pemanis. Mengutip laman Good Housekeeping, berikut manfaat air jahe yang harus Anda ketahui

    #1. Mengatasi mual
    Jika Anda merasa mual, air jahe bisa menjadi solusi yang tepat. Mayo Clinic mendaftar jahe sebagai cara yang bermanfaat untuk mengatasi mual, termasuk mual yang disebabkan kemoterapi. "Apa yang jahe akan bantu lakukan adalah mempercepat pengosongan lambung, sehingga segala sesuatu dapat berpindah dari perut ke usus kecil secara lebih efisien," jelas Lisa Ganjhu, DO, ahli gastroenterologi dan profesor kedokteran di NYU Langone Health.

    Dia sering merekomendasikan teh jahe kepada pasien, terutama bagi wanita hamil yang menderita hiperemesis - dan menganggapnya aman secara umum, tetapi selalu berkonsultasi dengan dokter untuk masalah yang membutuhkan perhatian medis.

    #2. Meredakan nyeri haid.
    Jahe membantu mengurangi nyeri kram menstruasi dalam uji klinis acak 2015 yang diterbitkan di Archives of Gynecology and Obstetrics.Penelitian tambahan menunjukkan bahwa jahe lebih efektif menghilangkan rasa sakit ketika dikonsumsi selama tiga atau empat hari pertama siklus Anda. Idenya adalah bahwa sifat anti-inflamasi jahe dapat bekerja dalam cara yang mirip dengan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti Advil, kata Dr. Ganjhu. Sementara sebagian besar penelitian ilmiah sejauh ini telah melihat jahe dalam bentuk suplemen, meminumnya dalam air atau teh patut dicoba.

    #3. Jahe juga dapat membantu menyeimbangkan gula darah
    Jahe dapat meningkatkan kadar gula darah pada pasien dengan diabetes tipe 2. Mengkonsumsi 3 gram jahe bubuk per hari membantu pasien meningkatkan indeks glikemik mereka, menurut sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Complementary and Integrative Medicine.

    #4. Air jahe tidak membantu untuk meningkatkan berat badan.
    Hanya saja air jahe mengandung hampir nol kalori dan membantu hidrasi, dua plus utama jika Anda mencoba menurunkan berat badan. "Teh jahe bukanlah ramuan penurun berat badan karena tidak secara langsung berdampak pada metabolisme," kata London. "Kami melihat efek ini sebagian besar pada teh hijau dan hitam yang mengandung kafein, tetapi hanya dalam studi awal dan hasilnya tampaknya minimal dan sementara."

    #5. Mengurangi risiko penyakit kronis
    Jahe mengandung jumlah fitonutrien yang tinggi. Senyawa-senyawa seperti antioksidan ini dapat membantu menangkal peradangan kronis, suatu keadaan fisiologis di mana sel-sel tubuh Anda tetap dalam kewaspadaan yang tinggi karena ancaman yang masih melekat atau masa lalu. Mekanisme respons itu tidak selalu buruk, tetapi kadang-kadang bisa serba salah dan menjadi hiperaktif. Seiring waktu, ini mungkin memainkan peran besar dalam perkembangan penyakit seperti radang sendi dan kanker.

    Fitonutrien seperti yang ada di jahe dapat membantu dengan mengurangi respons peradangan dan melindungi sel-sel tubuh Anda dari kerusakan DNA. "Terlebih lagi, gingerol dan zingerone - senyawa anti-inflamasi utama dari jahe – yang berkaian dengan pembatasan faktor-faktor yang memulai seluruh proses inflamasi sejak awal," tambah London.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.