Herpes Zoster Mengintai Penderita Kanker, Kenali Gejalanya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi kanker (pixabay.com)

    ilustrasi kanker (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang yang baru terdiagnosa kanker berisiko lebih tinggi terkena herpes zoster yang menyakitkan. Begitu menurut sebuah studi terbaru dalam Journal of Infectious Diseases.

    Seperti dilansir WebMD, studi ini melibatkan sekitar 240 ribu orang penderita kanker di Australia pada 2006- 2015. Para peneliti menemukan bahwa semua jenis kanker berhubungan dengan peningkatan risiko terkena herpes zoster sebanyak 40 persen, dibandingkan mereka yang tidak terkena kanker.

    Artikel lain:
    Ini Langkah Terbaik untuk Melawan Kanker
    6 Jenis Kanker yang Sering Menyerang Anak

    Kemudian, orang yang menderita kanker paru-paru, payudara, prostat, atau organ lain berisiko terkena herpes zoster 30 persen lebih tinggi daripada yang tanpa kanker, kata peneliti Jiahui Qian dari University of New South Wales, Sydney, Australia.

    Risiko yang lebih tinggi di antara pasien kanker darah terjadi dalam dua tahun sebelum diagnosis. Tetapi di antara pasien dengan tumor padat, risiko lebih besar sebagian besar berhubungan dengan perawatan kemoterapi, bukan karena kanker itu sendiri.

    Herpes zoster ditandai oleh ruam yang menyakitkan dan kulit melepuh disebabkan oleh virus varicella zoster, virus yang sama dengan yang menyebabkan cacar air. Virus tetap tidak aktif dalam tubuh, tetapi menyebabkan herpes zoster jika diaktifkan kembali di kemudian hari.

    Baca juga:
    Jangan Biarkan Luka di Lambung, Efeknya Kanker
    Sebab Wanita Tak Menyusui Lebih Rentan Terkena Kanker Payudara

    Temuan ini mengungkapkan bahwa vaksin adalah harapan untuk mencegah herpes zoster dan komplikasinya pada pasien kanker.

    "Penemuan ini memiliki implikasi penting mengingat kemajuan terbaru dalam pengembangan vaksin zoster," tulis Kosuke Kawai dari Harvard Medical School, dan Dr. Barbara Yawn dari University of Minnesota di Amerika Serikat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.