Minta Maaf dengan Tulus Pilihlah Kata-kata yang Tepat

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita meminta maaf pada kekasih/pacar/pasangan. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita meminta maaf pada kekasih/pacar/pasangan. shutterstock.com

    TEMPO,CO, Jakarta - Pemilihan kata-kata minta maaf menjadi penentu tersampainya pesan. Bila mengucapkan kata minta maaf yang salah, bisa menganggu bentuk hubungan apapun. Lain ceritanya, jika menyampaikan minta maaf dengan pilihan diksi yang tepat, maka kian memperkuat suatu hubungan.

    Baca juga: Orang Tua Bercerai yang Pertama Dilakukan Minta Maaf Kepada Anak

    Mengutip laman Inc, psikolog Harriet Lerner mengatakan penggunaan kata ‘tetapi’ dalam minta maaf dapat menghambat tersampaikannya rasa ketulusan minta maaf. Kata tersebut menyiratkan kesan pembenaran atas kesalahan yang dibuat dan menghindar dari tanggung jawab.

    Ilustrasi maaf. Bbcamerica.com

    ADVERTISEMENT

    Contohnya, "Saya minta maaf, tetapi Anda membuat saya marah dulu." Itu bukanlah permintaan maaf yang efektif. Bahkan, itu menunjukkan sikap pasif-agresif, tanpa ketulusan, dan berpeluang memancing lawan bicara semakin marah. Lerner juga menyarankan sebaiknya lebih banyak menjelaskan kesalahan yang dibuat dan hal yang sudah dilakukan untuk mengatasinya.

    Sheri Meyers, ahli terapi perkawinan dan keluarga juga ikut berbagi sejumlah tips saat minta maaf. Pertama, menerima tanggung jawab penuh atas kesalahan ataupun kelalaian yang dilakukan. Tuluslah dalam berucap minta maaf atas semua akibat yang ditimbulkan. Terakhir, iptakan suasana minta maaf yang nyaman bagi orang yang dituju. Hal ini baik untuk membangun komunikasi dua arah yang tenang. Agar tidak berlama-lama membahas kesalahan dalam waktu lama.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.