Perhatian Sri Mulyani kepada Pegawai yang Punya Balita

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Mulyani. Instagram.com/@smindrawati

    Sri Mulyani. Instagram.com/@smindrawati

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketegasan Sri Mulyani dalam memimpin Kementerian Keuangan Indonesia tak mengurangi jiwa lembut keibuannya. Hal ini terlihat saat ia mengunjungi fasilitas tempat penitipan anak bagi para pegawai Kementerian Keuangan.

    Baca juga: Sri Mulyani Ungkap 3 Kunci Kebugaran Tubuh  

    Dalam unggahan video di akun Instagram-nya, Sri Mulyani nampak akrab bermain dengan anak-anak saat mengunjungi Tempat Penitipan Anak (TPA) Yayasan Artha Wildan yang berlokasi di lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Jakarta. "Senang sekali saya hari ini dapat berkunjung ke TPA," tulis Sri Mulyani dalam keterangan videonya. 

    Sri Mulyani. Instagram.com/@smindrawati

    Dia menjelaskan TPA itu menampung anak-anak dari pegawai Kementerian Keuangan yang bekerja di wilayah Lapangan Banteng. Ada 80 orang anak yang diasuh TP itu, 22 orang di antaranya bayi berusia 2 – 24 bulan yang dibagi menjadi dua kelas.

    Selain bermain dengan anak-anak, Sri Mulyani pun berkeliling ke setiap ruangan dan mengecek kulkas untuk menyimpan ASI Perah (ASIP) beserta alat untuk mensterilkan botol susu. "Kondisi sekarang sudah baik namun ruangan masih harus diperluas agar bisa menerima lebih banyak anak," ujarnya. 

    Sri Mulyani pun berharap agar ruangan TPA bisa diperluas. Ini agar para ibu muda yang bekerja di Kementrian Keuangan bisa menitipkan anaknya selama bekerja. "Dengan semua fasilitas ini, saya berharap para ibu muda Kemenkeu yang masih mempunyai anak usia dini dapat menitipkan putra/putrinya di sini dan dapat lebih tenang dalam bekerja," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.