Awas, 3 Cara Pakai Deodoran Ini Berdampak Buruk pada Kesehatan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi deodoran. Shutterstock

    Ilustrasi deodoran. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu cara untuk menghilangkan bau badan dengan menggunakan deodoran. Biasanya kita menggunakan deodoran sebelum beraktivitas sehari-hari.

    Baca juga: Deodoran Picu Kanker Payudara? Simak Kata Ilmuwan

    Meski begitu, tanpa kita sadari sering melakukan kesalahan saat memakai deodoran. Kesalahan-kesalahan itu bisa memberikan dampak buruk untuk kesehatan kita. Berikut 3 kesalahan yang sering terjadi saat mengaplikasikan deodoran.

    #1. Memakai deodoran setelah mencukur rambut
    Kesalahan ini masih sering dilakukan banyak orang. Setelah mencukur rambut ketiak, ada baiknya kamu tidak memakai deodoran terlebih dahulu. Hal itu dikarenakan kulit ketiak akan berubah menjadi lebih sensitif setelah dicukur. Tak hanya itu saja, memakai deodoran setelah mencukur juga akan membuat kulit iritasi.

    ADVERTISEMENT

    Ini kesalahan yang masih sering dilakukan saat mengaplikasikan deodoran di ketiak Teens (dok. freepik)
    (dok. freepik)

    #2. Memakai deodoran saat kulit belum kering
    Memakai deodoran saat kulit ketiak masih basah juga patut dihindari. Pasalnya, deodoran yang dipakai saat ketiak masih basah akan membuat fungsi deodoran menjadi tidak efektif. Sebab itu, ada baiknya untuk mengaplikasikan deodoran ketika kulit ketiak sudah kering.

    #3. Memakai deodoran saat pagi hari
    Banyak orang sering memakai deodoran setelah mandi di pagi hari. Padahal, hal tersebut justru dapat membuat deodoran tidak bekerja secara efektif. Deodoran justru dianjurkan untuk dipakai saat malam hari sebelum tidur. Hal itu dikarenakan kelenjar keringat tidak terlalu aktif saat tidur, sehingga deodoran bisa bekerja lebih efektif.

    TEEN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.