6 Langkah Mudah Mengurangi Pemakaian Plastik

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kantong plastik. thisbluemind.com

    Ilustrasi kantong plastik. thisbluemind.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sampah plastik kian mencemari lingkungan. Beberapa pemerintah daerah di Indonesia, seperti Denpasar dan Bogor mengeluarkan peraturan yang melarang penggunaan kantong plastik di ritel modern dan pusat perbelanjaan. Peraturan ini segera menyasar pasar tradisional.

    Tidak cuma itu, atas kesadaran sendiri, sejumlah kafe dan resto di Jakarta telah menekan penggunaan plastik dengan beralih ke sedotan stainless untuk fasilitas minuman pengunjung. Terlepas dari kekurangan peraturan ini, kita bisa sedikit-sedikit membantu meminimalkan sampah plastik dengan beberapa langkah berikut. 

    #1. Sediakan kantong belanja sendiri
    Tidak harus berupa kantong berbahan kain atau goni, bisa juga kantong plastik yang tersedia di rumah—asalkan diniatkan untuk dipakai berulang. Sediakan selalu di dalam tas yang Anda biasa bawa sehari-hari, untuk memudahkan seandainya mendadak harus belanja. Lebih mudahnya lagi, sediakan juga di dalam kendaraan pribadi, di dalam laci kantor, di mana saja yang mudah dijangkau ketika Anda membutuhkannya. 
     

    #2. Siapkan kotak makan 
    Kotak makan tidak hanya bermanfaat sebagai wadah makanan yang dibawa dari rumah, tapi jug sebagai pengganti pembungkus makanan dari kantong kertas, kantong plastik, sampai styrofoam. Jika kebetulan Anda makan di luar rumah dan tidak menghabiskan makanan pesanan, sisanya bisa ditampung oleh kotak makan ini. 

    #3. Bawa tumbler untuk menikmati kopi atau teh di kafe
    Terutama jika Anda membeli kopi atau teh di gerai-gerai yang saat ini sepenuhnya memakai cup plastik, seperti gerai es kopi susu atau teh bubble. Lagi pula dengan membeli kopi atau teh memakai tumbler dengan merek beberapa kafe tertentu, kafe-kafe itu menawarkan potongan harga minuman yang lumayan. 

    #4. Bawa sedotan stainless dan alat makan sendiri
    Sejak pertengahan 2018, kafe dan restoran di Jakarta perlahan beralih ke sedotan stainless sebagai pengganti sedotan plastik. Namun karena masih banyak yang belum melakukannya, membekali diri dengan sedotan stainless setiap kali akan pergi ke kafe atau restoran tidaklah memberatkan. Ambil juga beberapa set alat makan dari dapur, simpan di dalam laci kantor atau di dalam kendaraan misalnya, sehingga gampang diraih kapan saja Anda perlukan. 

    #5. Hindari plastic wrap untuk membungkus sisa makanan
    Tidak perlu stok plastic wrap lagi. Bungkus bahan makanan yang tersisa, seperti potongan keju, sayur, atau frozen food dengan serbet atau parchment paper yang bisa dicuci serta digunakan kembali. 

    #6. Masukkan langsung buah dan sayur ke dalam keranjang atau troli belanja
    Ini mungkin terlewatkan oleh pembuat peraturan dan juga kita. Setelah memilih buah dan sayur yang tersusun tanpa kemasan di supermarket, biasanya kita menyobek kantong plastik yang tersedia di beberapa sudut lalu memasukkan hasil belanja kita ke dalamnya. Penggunaan plastik ini sebenarnya tidak efisien untuk buah atau sayur yang berukuran besar, yang bisa kita langsung cemplungkan ke dalam keranjang atau troli belanja—setelah ditimbang.

    Mungkin Anda mengkhawatirkan kebersihan keranjang atau troli ini. Namun dalam perjalanan menuju supermarket, bukankah kita tidak tahu buah-buahan dan sayuran ini terpapar apa saja? Yang penting cuci dengan bersih dulu sebelum dikonsumsi atau diolah, ya. 

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.