Diminta Stop Main Medsos, Atalia Praratya: Mungkin Salah Follow

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atalia Praratya. Instagram

    Atalia Praratya. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya juga memiliki berbagai tugas dan kesibukan sehari-hari. Atalia yang juga menjadi figur publik tentu sering menerima komentar dan saran dari masyarakat.

    Baca juga: Atalia Ridwan Kamil dan Suami bagai Serabi dan Oncom, Maksudnya?

    Namun, ada masyarakat yang menganggap kalau Atalia terlalu sering posting di media sosial, dan memintanya untuk berhenti main media sosial. Atalia membalas permintaan tersebut dengan menjelaskan kalau dia juga berhak memiliki hobi dan kehidupan pribadi. “Saat saya pasang foto best nine 2018. Ada yg protes. Katanya bu atalia kerja dong jangan bermedsos aja,” tulis Atalia di Instagram.

    Unggahan Atalia Praratya. Instagram.com/ataliapr

    Atalia Praratya, yang juga dikenal dengan panggilan Cinta, menambahkan dia hanya mengunggah sekitar 170 foto selama 2018, dan hanya main media sosial sesuai dengan mood. Sedangkan jika ingin mengetahui program dan kegiatannya dapat diketahui melalui Facebook Page, Twitter, dan Instagram Story.

    Akun media sosial yang lain menurut Atalia, digunakan untuk silaturahmi, mencurahkan ide dan berbagi hikmah. “Dia pikir pemimpin ga boleh punya hobby dan kehidupan pribadi. Padahal 7 Hari saya tidak ada libur, lebih banyak buat masyarakat. Buat kamu,” lanjut Atalia Praratya.

    Setelah membalas permintaan netizen untuk berhenti main media sosial, Atalia mendapat banyak dukungan. Beberapa netizen yang mendukung Atalia Praratya menjelaskan kalau istri Gubernur seringkali memiliki kesibukan yang sama dengan seorang Gubernur, dan sangat normal bila Atalia sering menunjukkan foto kehidupan pribadi dengan keluarganya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.