Kiat Mengatasi Rasa Kehilangan Pasca Bencana Alam dari Psikolog

Upaya pemulihan psikologis korban tsunami Banten dan Lampung terus dilakukan, baik oleh pemerintah maupun relawan,

TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai bencana alam terjadi di Tanah Air belakangan ini, seperti tsunami, gempa bumi, tanah logsor, dan banjir. Tak sedikit orang yang menjadi korban dan banyak yang kehilangan orang-orang terkasih.

Menurut psikolog dewasa dari Q Consulting, Rena Masri, reaksi setiap individu menanggapi rasa kehilangan berbeda-beda.

Baca juga:
Beratnya Putus Cinta secara Baik-baik, Ini Saran Psikolog
Lagi Cemas, Jangan Salah Pilih Tempat Curhat. Ini Saran Psikolog

"Semua tergantung kepribadian masing-masing. Lalu, apakah mereka memiliki lingkungan yang mendukung atau tidak. Hal ini berpengaruh pada bagaimana seseorang akan pulih dari bencana atau pulih dari kehilangan orang yang dicintai," jelas Rena.

Rena mengingatkan para korban bencana membutuhkan pertolongan pertama dari sisi psikologis.

"Supaya mereka bisa mengutarakan penyesalan, kekhawatiran, ketakutan, dan segala emosi di dalam diri mereka bisa tersalurkan sehingga tidak terpendam dan akhirnya menimbulkan trauma," tambahnya.

Pasalnya, rasa penyesalan karena tidak bisa memenuhi keinginan orang terdekat yang telah meninggal, misalnya, bisa menghambat pemulihan dari rasa kehilangan. Rena mengatakan semakin cepat pertolongan, semakin baik dan dibutuhkan pula bantuan ahli untuk mempercepat proses pemulihan ini.   

Keluarga menangis saat setelah melihat korban yang tertimbun longsor ditemukan petugas SAR gabungan di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu, 2 Januari 2018. ANTARA

Rena menjelaskan reaksi setiap individu menghadapi rasa duka juga berbeda.

"Ada orang yang tidak sanggup mengunggah foto bersama orang terdekatnya ketika kehilangan. Ada yang masih bisa mengunggah foto, mungkin itu merupakan ekspresi kesedihan mereka, atau ekspresi rasa sayang mereka kepada orang terdekatnya," katanya.  

"Kalau tidak mau cerita, jangan sibuk bertanya. Sesuaikan dengan kebutuhan mereka yang kehilangan. Paling tidak, kita ada di samping mereka untuk menemani. Menghibur dengan membawakan makanan atau minuman kesukaan mereka contohnya, juga bisa dilakukan. Atau mengajak mereka melakukan kegiatan positif yang disukai," lanjut Rena. 

Artikel lain:
Psikolog Jelaskan Cara Mengasuh Anak di Tahapan yang Berbeda
Anak Kecanduan Aplikasi Tik Tok, Ini Kata Psikolog

Yang terpenting, orang terdekat harus ingat bahwa proses pemulihan rasa kehilangan membutuhkan waktu. Rena berharap perhatian yang diberikan kepada mereka yang kehilangan sebaiknya terus konsisten.

"Sebisa mungkin, perhatian kita tidak hanya pada saat ini saja ketika baru mengalami kehilangan. Beberapa waktu setelahnya, kita masih tetap bertanya atau memperhatikan mereka. Supaya mereka tidak merasa sendirian dan kesepian. Konsisten memperhatikan mereka hingga benar-benar pulih," paparnya.

AURA






Tips Menghindari Jebakan Investasi Bodong

2 jam lalu

Tips Menghindari Jebakan Investasi Bodong

Kemudahan akses informasi ternyata tak membuat jumlah korban investasi bodong berkurang.


Memahami Makna Self Healing yang Sesungguhnya

1 hari lalu

Memahami Makna Self Healing yang Sesungguhnya

Tak sedikit yang beranggapan self healing berarti bepergian ke tempat-tempat mahal atau sekedar jalan-jalan yang menguras uang. Bagaimana faktanya?


Duit Bantuan Korban Badai Seroja dan Dana CSR Rp1 Miliar Kota Kupang Raib

1 hari lalu

Duit Bantuan Korban Badai Seroja dan Dana CSR Rp1 Miliar Kota Kupang Raib

Sekda Kota Kupang mengaku tidak tahu-menahu soal nasib bantuan dan dana CSR tersebut. Dipermasalahkan DPRD.


Alasan Generasi Milenial Pilih Punya Keluarga Kecil

1 hari lalu

Alasan Generasi Milenial Pilih Punya Keluarga Kecil

Psikolog menyebut beberapa alasan yang mendasari generasi milenial memutuskan untuk memiliki satu atau dua anak, bahkan tanpa anak.


ETLE Mulai Berlaku di Beberapa Daerah, Ini Tips Etika Berkendara

3 hari lalu

ETLE Mulai Berlaku di Beberapa Daerah, Ini Tips Etika Berkendara

Redaksi Tempo.co mencoba merangkum beberapa tips etika berkendara demi terhindar dari kamera ETLE atau tilang elektronik. Berikut ulasannya:


Pentingnya Orang Tua Ajari Anak Bijak Main Media Sosial

4 hari lalu

Pentingnya Orang Tua Ajari Anak Bijak Main Media Sosial

Psikolog mengingatkan para orang tua untuk mengajari anak-anak bijak bermain media sosial demi mencegah dampak negatif.


Miracle in Cell No. 7 Juga Menyentuh Hati Anak, Psikolog Ungkap Dampak Positifnya

5 hari lalu

Miracle in Cell No. 7 Juga Menyentuh Hati Anak, Psikolog Ungkap Dampak Positifnya

Miracle in Cell No. 7 mendapat penilaian yang bagus khususnya dalam menggambarkan kedekatan hubungan ayah dengan anaknya.


Mau Bepergian dengan Kereta Api? Simak Tips Sebelum Memesan Tiket

11 hari lalu

Mau Bepergian dengan Kereta Api? Simak Tips Sebelum Memesan Tiket

Jika akan bepergian dengan kereta api, maka mencari dan membeli tiket yang sesuai adalah yang utama.


Ketahui Hal yang Harus Dilakukan Penumpang Jika Penerbangan Dibatalkan

13 hari lalu

Ketahui Hal yang Harus Dilakukan Penumpang Jika Penerbangan Dibatalkan

Perubahan jadwal penerbangan yang tidak terduga dan bisa menjadi merepotkan itu seharusnya tidak sepenuhnya membuat putus asa untuk bepergian.


5 Sikap yang Menandakan Control Freak, Suka Membesar-besarkan Kesalahan Orang Lain

14 hari lalu

5 Sikap yang Menandakan Control Freak, Suka Membesar-besarkan Kesalahan Orang Lain

Orang yang control freak gampang marah jika hal yang diatur itu tak dituruti sesuai kemauannya