Rima Melati Adams Pakai Lensa Kontak Malah Tabrak Kamera

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Marcell Siahaan dan istrinya Rima Melati Adams bersama anaknya saat ditemui saat menghadiri konfrensi pers peluncuran album terbarunya bertajuk Jadi Milikku di kawasan Tugu Tani, Jakarta, 05 Agustus 2015. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Marcell Siahaan dan istrinya Rima Melati Adams bersama anaknya saat ditemui saat menghadiri konfrensi pers peluncuran album terbarunya bertajuk Jadi Milikku di kawasan Tugu Tani, Jakarta, 05 Agustus 2015. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Rima Melati Adams ambil bagian dalam film horor berjudul "DreadOut". Ini adalah film adapatasi dari game horor "DreadOut".

    Baca: Film Horor DreadOut Tayang Januari 2019, Ini Bocorannya

    Di film itu, Rima Melati Adams menjadi sosok hantu 'Kebaya Merah'. Istri penyanyi Marcell Siahaan ini harus memakai segala atribut untuk menunjang penampilannya agar terlihat seram. Salah satu yang paling menonjol adalah lensa kontak putih.

    "Kalau sudah pakai lensa kontak itu sudah enggak bisa melihat apa-apa," ujar Rima Melati Adams usai pemutaran perdana Dreadout di Jakarta, Rabu 2 Januari 2019. Menurut dia, lensa kontak adalah salah satu bagian yang paling menantang dalam menjalani tokoh hantu Kebaya Merah.

    Selain harus menahan mata yang terasa terganjal karena memakai lensa kontak, ada peristiwa lucu saat syuting. "Aku sampai menabrak kamera," ucap Rima Melati Adams.

    Baca juga: Main Film DreadOut Kaki Caitlin Halderman Kena Sabetan Celurit

    Mengenai makeup hantu Kebaya Merah, Rima Melati Adams harus bersiap 5 jam sebelum syuting dimulai. Detil kuku panjang dan tajam, bola mata putih, kebaya, dan sanggul, sampai gigi-geligi yang seram, semua harus terlihat sempurna. "Aku harus hati-hati dengan kuku, terutama saat pakai sling (untuk melayang)," ucap Rima Melati Adams.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.