Perhatikan Dampak Musim Hujan pada Kesehatan Anak-anak

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak sakit. Shutterstock

    Ilustrasi anak sakit. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Musim hujan dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, terutama untuk anak-anak. Masalah paling umum yang terjadi adalah virus influenza, yang disebabkan oleh hidung tersumbat atau bersin, demam, sakit kepala, dan gejala-gejala lain. Berbagai objek yang disentuh oleh banyak orang juga menjadi sumber infeksi yang biasanya meningkat di musim hujan.

    Baca juga: Ini Penyakit yang Sering Menyerang Anak-anak

    Mengutip laman The New Times, Dr Rachna Pande, spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Ruhengeri, Rwanda, menjelaskan penyakit yang sering menjadi masalah kesehatan anak-anak saat musim hujan. “Anak-anak yang rentan terhadap alergi bisa kedinginan karena perubahan iklim. Serangan asma sering terpicu dengan cuaca seperti ini,” jelas Dr Rachna Pande.

    Ilustrasi anak sakit. Shutterstock.com

    ADVERTISEMENT

    Tidak hanya itu, ada beberapa penyakit kulit yang bisa menjadi masalah untuk anak-anak. Risiko penyakit kulit, seperti eksim, juga meningkat saat musim hujan. Selain itu, kudis, penyakit kulit menular juga sering terjadi selama hujan. Perlu diingat kalau jumlah nyamuk meningkat selama hujan, menyebabkan peningkatan penyakit yang ditularkan nyamuk seperti malaria, demam berdarah, dan sebagainya.

    Saat kehujanan, anak harus langsung mencuci badannya untuk menghindari penyakit. Terutama bila anak-anak menginjak genangan air di musim hujan. Perhatikan penggunaan air saat mandi, karena bila terkontaminasi bisa menyebabkan berbagai penyakit, dari diare dan muntah-muntah sampai hepatitis A dan tifus.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.