Semakin Langsing Tubuh, Semakin Baik Penciuman. Cek Hubungannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mencium aroma produk kecantikan. Boldsky

    Ilustrasi mencium aroma produk kecantikan. Boldsky

    TEMPO.CO, Jakarta - Para peneliti dari Universitas Otago di Selandia Baru menemukan hubungan mengejutkan antara berat badan dan kemampuan seseorang mencium bau. Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Obesity Review, mereka mengungkapkan semakin baik seseorang mencium bau, mereka cenderung bertubuh langsing dan sebaliknya.

    "Ada hubungan yang kuat antara berat badan seseorang dan kemampuan menciumnya, semakin baik seseorang dapat mencium, semakin besar kemungkinan orang itu langsing, atau sebaliknya," kata Mei Peng dari Departemen Ilmu Pangan Universitas Otago, seperti dikutip dari Medical News Today.

    Baca juga:
    Makanan Pahit Bikin Langsing, Mitos atau Fakta?
    Kunci Langsing Nadine Chandrawinata yang Suka Ngemil Tanpa Diet

    Peng mengatakan bau memainkan peran penting dalam perilaku makan karena mempengaruhi cara seseorang mengidentifikasi dan memilih di antara berbagai rasa. Indera penciuman yang buruk dapat menyebabkan orang membuat pilihan makanan yang tidak sehat, yang dapat meningkatkan risiko obesitas.

    "Misalnya, mereka mungkin memilih, atau lebih tertarik pada makanan yang lebih asin dan lezat seperti daging babi dan sirup mapel daripada makanan yang lebih hambar, seperti sereal rendah lemak dengan sedikit gula," katanya.

    Artikel lain:
    Tubuh Besar Identik dengan Hal Negatif, Tubuh Langsing Sebaliknya
    Diet Santai Ini Bikin Tubuh Langsing dan Fit

    Untuk sampai pada kesimpulan ini, peneliti mengumpulkan makalah ilmiah tentang hubungan antara berat badan dan indera penciuman. Mereka juga mengumpulkan informasi dari hampir 1.500 orang berdasarkan "studi empiris dan klinis di seluruh dunia".

    Obesitas merupakan kondisi medis yang ditandai banyaknya jumlah lemak dalam tubuh. Kondisi ini dialami jutaan orang di seluruh dunia dan merupakan faktor risiko terjadinya diabetes dan penyakit jantung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.