3 Manfaat Super Diet Mediterania yang Diklaim Terbaik di Dunia

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penelope Cruz menjalani diet mediterania. Yang dikonsumsi dalam diet ini paling banyak adalah ikan, unggas, dan tumbuh-tumbuhan seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan. REUTERS/Mark Blinch

    Penelope Cruz menjalani diet mediterania. Yang dikonsumsi dalam diet ini paling banyak adalah ikan, unggas, dan tumbuh-tumbuhan seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan. REUTERS/Mark Blinch

    TEMPO.CO, Jakarta - Diet Ketogenik adalah rencana pola makan terpopuler pada 2018. Apakah diet ini paling sehat secara keseluruhan?

    Menurut US News and World Report, justru diet Mediterania semakin populer dan menempati posisi teratas. Panel yang terdiri dari ahli kesehatan memeriksa dan memberikan peringkat terhadap 41 rencana pola makan yang populer, menyimpulkan bahwa diet Mediterania paling bermanfaat secara universal untuk kesehatan dalam jangka panjang.

    Baca juga:
    5 Alasan Kamu Harus Mencoba Diet Keto
    Kiat Menakar Kalori dari Makanan yang Tepat saat Diet

    Urutan dalam daftar, US News menyebut diet DASH sebagai urutan kedua paling sehat, dengan Weight Watchers di urutan keempat, vegetarian menempati urutan 11, vegan di urutan ke-29, Paleo di urutan ke-33, dan WHOLE30 serta keto pada urutan ke-38.

    ADVERTISEMENT

    Dikutip dari Well and Good, apa yang membuat diet Mediterania paling banyak diminati oleh para dokter dan ahli nutrisi? Ahli gizi terdaftar Lauren Slayton, menunjuk pada fakta bahwa diet tersebut menekankan untuk mengkonsumsi makanan dengan tinggi omega-3 dan lemak sehat, seperti ikan, minyak zaitun, kacang-kacangan, biji-bijian, polong-polongan, buah-buahan, dan sayuran. “Minyak zaitun memiliki manfaat luar biasa bagi jantung,” katanya.

    Slayton menambahkan bahwa diet ini mudah ditiru orang untuk mematuhinya, tidak seperti sebagian besar rencana populer lain (anggur merah jelas terdapat dalam menu Mediterania). Berikut beberapa manfaat lain dari diet Mediteraina yang mungkin tidak Anda ketahui.

    Ilustrasi makanan diet. shutterstock.com

    1. Bagus untuk usus
    Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang mengikuti diet Mediterania memiliki populasi bakteri baik yang lebih tinggi di microbiome mereka dibandingkan dengan yang diet Barat tradisional. Para peneliti mencatat peningkatan makan makanan nabati seperti sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan, meningkatkan bakteri baik sebesar 7 persen.

    2. Memperlambat proses penuaan
    Berkat semua makanan anti-inflamasi seperti minyak zaitun, sayuran berdaun hijau, dan kacang-kacangan, diet Mediterania melindungi tubuh dari stres dan peradangan oksidatif, keduanya merupakan kunci untuk memperlambat proses penuaan. Dan itu kabar baik bagi seluruh tubuh, terutama otak.

    Artikel lain:
    Apapun Diet Kamu, Perhatikan 4 Unsur Kunci Ini
    Awas, Diet Yoyo dapat Meningkatkan Kandungan Lemak di Tubuh

    3. Baik untuk perempuan pascamenopause.
    Diet Mediterania bahkan telah dikaitkan dengan dampak positif massa otot dalam kesehatan tulang pada perempuan pascamenopause. Sekali lagi, alasan utamanya adalah meningkatnya asupan makanan nabati dan penurunan konsumsi daging yang merupakan inti dari rencana pola makan.

    Namun, ketika dunia mengakui manfaat dari diet Mediterania, kebiasaan makan di kawasan tersebut kini berubah. Anak-anak di Yunani, Italia, dan Spanyol menjadi kurang sehat dari sebelumnya dengan tingkat obesitas lebih dari 40 persen, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sebagian karena mereka makan lebih banyak makanan olahan dan minum lebih banyak soda daripada generasi sebelumnya. Untuk memperbaikinya, para ahli mengatakan negara-negara Mediterania hanya perlu kembali ke akarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.