Trimester 1 Kehamilan Tasya Kamila, Ngidam Buah dan Suka Pedas

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tayas Kamila. Instagram.com/@upanduvan

    Tayas Kamila. Instagram.com/@upanduvan

    TEMPO.CO, Jakarta - Trimester pertama kehamilan dilalui artis Tasya Kamila dengan mulus, hanya sesekali mual. Ia tetap menjalani pola hidup sehat seperti sebelumnya.

    Olahraga tidak ditinggalkan, hanya diganti menyesuaikan dengan kondisinya.

    “Dulu olahragaku muay thai dan kickboxing, sekarang berenang saja di rumah. Pola makan juga aku jaga, tidak sembarang makan,” kata Tasya. 

    Artikel lain:

    Tasya Kamila: Memang Kenapa Jadi IRT yang Berpendidikan?
    Perubahan yang Dilakukan Tasya Kamila Setelah Hamil

    Hanya saja, Tasya merasa kewalahan dengan ngidam-nya. Banyak yang diinginkan lulusan Universitas Columbia, New York, ini termasuk camilan yang tidak dijual di Indonesia. 

     “Setiap hari aku bisa mengidam yang berbeda-beda. Buah, sih kebanyakan, dari buah delima, manggis, salak, sampai duku. Aku juga ingin snack yang enggak ada di Indonesia. Kebetulan ada saudara di luar negeri, akhirnya aku menitip kepadanya walaupun membutuhkan waktu yang lama (untuk pengiriman),” ungkap Tasya. 

    Selain itu ia mendadak doyan banget makanan pedas. Itu terjadi di awal kehamilan.

    Baca juga:
    Hamil Anak Pertama, Tasya Kamila Konsultasi pada Ibu dan Mertua

    “Aku sebenarnya enggak suka pedas. Tapi begitu hamil, aku doyan banget makanan pedas dan enggak nafsu makan kalau enggak ada rasa pedas pada makanan yang aku santap. Sampai aku doyan banget makanan Manado yang pedas banget,” papar Tasya.

    Dia khawatir konsumsi makanan pedas akan berdampak pada janin. “Untungnya kata dokter enggak apa-apa makan pedas, asal tidak berlebih. Anehnya, memasuki usia kehamilan 4 bulan, aku enggak suka lagi makan pedas. Memang itulah keajaiban,” terangnya. 

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.