Anak Dibuatkan Akun Media Sosial sejak Kecil, Benar atau Salah?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustasi anak dan orang tua bermain gadget. indiatimes.in

    Ilustasi anak dan orang tua bermain gadget. indiatimes.in

    TEMPO.CO, Jakarta - Di era digital, ada orang tua yang sudah membuatkan akun media sosial untuk anak. Kebanyakan, tujuannya untuk mengabadikan momen sang anak.

    Namun ada yang kontra dengan hal ini. Psikolog anak, remaja, dan keluarga, Roslina Verauli atau Vera, mengungkapkan kalau anak masih kecil, demikian pula dengan lingkungan sosial anak. Ia menganalogikan lingkungan sosial anak usia 1-2 tahun hanya terbatas pada orang tua atau pengasuhnya.

    Artikel lain:
    Sebab Orang Kian Mudah Berkomentar Negatif di Media Sosial
    Instagram Media Sosial Paling Populer Ibu Milenial, Apa Sebabnya?

    Beranjak usia 3-5 tahun, mencakup lingkungan di sekitar rumahnya. Seiring bertambah usia, lingkungan sosial anak semakin bertambah dan semakin minim pengawasan orang tua. 

    ADVERTISEMENT

    Lalu, apa yang terjadi ketika anak punya akun media sosial sejak kecil? "Kala berada di media sosial, orang tua seolah-olah menempatkan anak di mal dunia. Seolah-olah berharap anaknya berada di ranah sosial. Padahal orang tua tidak bisa memprediksi dampak negatif apa yang mungkin menimpa anak," terang Vera. 

    Dampak negatifnya, anak berisiko jadi sasaran kejahatan predator anak. "Orang tua juga tak pernah bisa tahu apakah anak setuju atau tidak dengan apa yang diunggah orang tua. Ketika dewasa, anak berhak mempertanyakan dan menunjukkan keberatan terhadap apa yang diunggah orang tua," jelas Vera.

    Agar anak tak berkeberatan, ada orang tua yang meminta persetujuan anak sebelum mengunggah foto atau informasi tentang anak di media sosial. Vera mengatakan anak yang belum dewasa (18-20 tahun), belum mampu membuat keputusan.

    Baca juga:
    Media Sosial Bukan Mainan Anak Kecil, Ini Kata Pakar
    Media Sosial Sebabkan Gangguan Mental, Jangan Kecanduan

    Pada masa ini, anak masih menjadi tanggung jawab dan di bawah pengawasan orang tua. Anak juga belum bisa memikul tanggung jawab atas dirinya sendiri. Baru ketika dewasa, anak dianggap mampu secara usia dan psikologis untuk membuat keputusan.

    Khusus untuk anak selebritas atau orang terkenal, juga memiliki dampak psikologis tersendiri. "Anak akhirnya digiring ke area publik, terpapar dengan tuntutan dan ekspektasi publik. Akibatnya, rentan menghambat pertumbuhan kepribadian anak," imbuhnya. 

    AURA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...