Cuaca Hujan dan Dingin Cocoknya Minum Air Jahe, Cek Alasannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minuman dari jahe dan sereh. shutterstock.com

    Ilustrasi minuman dari jahe dan sereh. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jahe adalah bahan alami yang bisa diolah dan dinikmati di musim hujan dengan cuaca cukup dingin. Apalagi banyak manfaatnya.

    Saat suhu dingin di musim hujan seperti saat ini, tentu cocok kalau kita mengonsumsi makanan dan minuman hangat. Lebih bagus lagi kalau makanan atau minuman tersebut juga bisa membantu menyembuhkan gangguan kesehatan yang biasa menyerang saat musim hujan.

    Artikel lain:
    Jahe, Bumbu Dapur dengan Segudang Manfaat
    Khasiat Jahe, Meningkatkan Gairah Seks sampai Obat Pusing

    Jahe adalah salah satu bahan alami yang bisa diolah menjadi makanan dan minuman enak, juga cocok dikonsumsi saat musim hujan. Yang paling mudah, air jahe hangat dengan campuran lemon ataupun teh jahe.

    ADVERTISEMENT

    Bumbu dapur yang memiliki rasa sedikit pedas dan hangat ini tak hanya nyaman dikonsumsi saat udara dingin dan musim hujan, namun juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri pada tubuh. Rempah asal India tersebut secara klinis terbukti dapat digunakan sebagai obat anti-inflamasi.

    Peneliti mencoba membandingkan kandungan jahe dengan obat anti-inflamasi jenis ibuprofen. Hasilnya, jika dikonsumsi secara teratur, ekstrak jahe terbukti lebih efektif mempercepat penyembuhan radang dan nyeri.

    Baca juga:
    Manfaat Jahe untuk Kesehatan dan Kecantikan
    Jahe, Manfaatnya Meredakan Dengkuran

    Jahe teruji mampu membantu mengurangi rasa sakit dan efek nyeri pada tubuh yang sering kita alami saat mengalami flu. Jahe juga mampu melawan bakteri yang ada di tenggorokan sehingga mempercepat penyembuhan radang.

    Meski memiliki manfaat yang tak bisa dianggap enteng, konsumsi jahe berlebihan juga dapat menimbulkan efek samping pada beberapa orang. Efek samping yang biasa dialami jika berlebihan mengkonsumsi jahe adalah gangguan perut ringan atau iritasi mulut. Kedua efek samping tersebut diketahui tidak berbahaya bagi kesehatan.

    TEEN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...