Karier Maudy Koesnaedi: Restu Suami dan Obat Mujarab

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nominasi Aktris Cilik Pilihan Tempo, Maisha Kanna (kiri), dan Aktris Pilihan Tempo Maudy Koesnaedi, berpose setelah menerima nominasi dalam Festival Film Tempo 2018, di Palmerah, Jakarta, Jumat, 30 November 2018. Terdapat delapan kategori dalam Festival Film Tempo 2018. TEMPO/Jati Mahatmaji

    Nominasi Aktris Cilik Pilihan Tempo, Maisha Kanna (kiri), dan Aktris Pilihan Tempo Maudy Koesnaedi, berpose setelah menerima nominasi dalam Festival Film Tempo 2018, di Palmerah, Jakarta, Jumat, 30 November 2018. Terdapat delapan kategori dalam Festival Film Tempo 2018. TEMPO/Jati Mahatmaji

    TEMPO.CO, Jakarta - Maudy Koesnaedi butuh waktu berbulan-bulan untuk menerima peran sebagai biarawati dalam film Ave Maryam. Setelah maju-mundur dan berdiskusi panjang-lebar dengan sutradara Robby Ertanto Soediskam, Maudy meminta Robby mencari pemeran lain karena menjelang syuting dia jatuh sakit dan harus dirawat di luar negeri.

    Baca: Persiapan Panjang Maudy Koesnaedi Menjadi Biarawati di Ave Maryam

    "Tapi Robby keukeuh, ‘Enggak, harus Empok yang main’," kata Maudy Koesnaedi menirukan ucapan Robby Ertanto Soediskam di Jakarta beberapa waktu lalu. Wanita 43 tahun itu akhirnya luluh dan menerima tawaran Robby.

    Sang suamilah, Erik Meijer, yang mendorongnya bermain dalam film itu. "Kamu kalau enggak ngapa-ngapain malah makin terpuruk," ujar Maudy Koesnaedi mengutip pernyataan Erik. Baginya, yang paling penting adalah suaminya mengizinkan.

    Pada hari pertama pengambilan gambar, tubuh Maudy Koesnaedi masih bengkak karena sakit. Baju dan sepatu kesempitan. "Begitu syuting, langsung sembuh. Mungkin karena bergerak," ucap dia.

    Baca juga:
    Maudy Koesnaedi Ragu Anak Siap Main Film, Kasting Kayak Mau Haji

    Maudy Koesnaedi di Festival Film Tempo 2018, di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 6 Desember 2018 (Tempo/Astari P Sarosa)

    Sebelum syuting di Semarang pada 2016, Maudy Koesnaedi, yang berperan sebagai Maryam, biarawati dari keluarga muslim yang bertugas mengurus suster sepuh, melakukan riset di Ungaran, Jawa Tengah. Dia mengobrol dengan sejumlah biarawati sepuh di sana, mengumpulkan data, menulis, dan bertanya tentang kisah nyata mereka.

    "Saya merasa nyaman. Kayak lagi ketemu nini-nini, mamah-mamah gitu-lah," ujar Maudy, yang masuk nominasi Aktris Pilihan Tempo dalam Festival Film Tempo 2018. Maudy bersedia bermain di film itu karena merasa inilah kesempatan mengeksplorasi kemampuannya di film, meski tahu temanya sensitif. "Ini sama sekali tidak mengubah keyakinan saya."

    Artikel lainnya:
    Maudy Koesnaedi Dikomplain Anak karena Beda dengan Ibu Temannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.