Tren Hijab 2019, Gaya Sederhana dan Warna Alam

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dian Pelangi saat acara trunk show

    Dian Pelangi saat acara trunk show "Dear Paris" di Bunga Rampai Restaurant, Rabu, 18 Oktober 2017. TEMPO | Satria Dewi Anjaswari)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi para hijaber menuju akhir tahun 2018 ini tentu ingin mengetahui gaya hijab yang bakal jadi tren di tahun 2019. Gaya hijab tersebut dapat membuat penampilan sehari-hari terlihat modis. 

    Baca juga: Koleksi Hijab Pelangi Asmara Terinspirasi dari Keindahan Maldives

    Desainer busana modest, Dian Pelangi, menjelaskan tren hijab untuk tahun 2019. “Tren warna-warna pastel sekarang sudah bergeser. Untuk tahun 2019, hijab lebih ke warna alam. Seperti warna putih, khaki, nude, krem,” tutur Dian Pelangi, di Kokonut & Curtains by Wakimukudo, Jakarta Pusat, Rabu 12 Desember 2018.

    Dia menambahkan warna-warna yang lebih cerah seperti biru, pink, dan kuning juga akan menyesuaikan dengan warna alam. Warna pink yang akan tren adalah dusty pink yang memiliki sentuhan efek pudar. Sedangkan warna kuning, yang sekarang sedang tren adalah kuning mustard.

    Koleksi Pelangi Asmara x St Regis Maldives, di Kokonut & Curtains by Wakimukudo, Jakarta Pusat, Rabu 12 Desember 2018. TEMPO/Astari Pinasthika Sarosa

    Selain itu, gaya hijab juga semakin sederhana. Dian Pelangi melihat kalau hijab dengan bahan voal dengan bentuk segi empat juga menjadi favorit wanita Indonesia. “Gaya hijab sekarang semakin sederhana. Voal yang segi empat itu semakin favorit. Selain itu, hijab syar’i yang panjang itu juga semakin trending,” lanjut Dian Pelangi.

    Walaupun semakin sederhana, hijab bermotif tetap digemari. Dengan label hijab terbarunya bersama Barli Asmara, Pelangi Asmara, Dian Pelangi melihat kalau hijab bermotif memiliki pasar yang besar di Indonesia. “Hari pertama kita launching, 2000 hijab habis. Ternyata hijab bermotif ini pasarnya gede lho, jadi sesuatu banget di Indonesia,” ujar Dian Pelangi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.