Carissa Puteri Terapkan Aturan Main Gadget untuk Anaknya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Carissa Puteri saat menghadiri peluncuran Cussons Baby SensiCare, di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Senin 5 November 2018. TEMPO/Astari P Sarosa

    Carissa Puteri saat menghadiri peluncuran Cussons Baby SensiCare, di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Senin 5 November 2018. TEMPO/Astari P Sarosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Cukup banyak orang tua yang memutuskan memberikan gadget kepada anak mereka. Salah satunya aktris Carissa Puteri, yang tidak melarang anak mengakses gawai sepenuhnya. 

    Baca juga: Carissa Puteri Fokus Berikan ASI Ketimbang Urusan Berat Badan

    Namun ia menerapkan batasan-batasan agar anak bisa kenal gawai tapi tidak
    kecanduan. Carissa menceritakan, putra sulungnya, Quenzino sedang menggandrungi konsol game Nintendo yang kerap dimainkannya bersama sang ibu. "Dia lagi suka main Nintendo, kan lagi balik lagi ya Super Mario Bros, dia heboh banget sama
    Mario," kata Carissa di Jakarta, Rabu, 12 Desember 2018. 

    Carissa Puteri dan kedua anaknya. Instagram.com/@carissa_puteri 

    ADVERTISEMENT

    Mengingat si sulung sudah mulai bersekolah, Carissa Puteri membuat aturan agar Quenzino disiplin bermain konsol game pada waktu-waktu tertentu saja. Aturan yang diterapkannya adalah acara main game ditiadakan sepanjang hari bersekolah, yakni Senin hingga Kamis.

    Sedangkan keleluasaan untuk bermain game baru diberikan pada putranya setiap akhir pekan, yakni Jumat hingga Minggu. "Karena sudah mau libur sekolah, di sekolahnya dia sudah tidak banyak belajar, jadi dibolehkan sehari main satu jam tiap Senin sampai Kamis," tutur Carissa Puteri.

    Artikel lain: 
    Saran Psikolog agar Anak Tidak Kecanduan Gadget
    Cara Carissa Puteri Berbagi Tugas dengan Suami Mengasuh Anak


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.