Seni Bikin Otak Kiri dan Kanan Seimbang, Baik Diajarkan pada Anak

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak melukis/menggambar. shutterstock.com

    Ilustrasi anak melukis/menggambar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Di masa perkembangan, setiap orang tua mendambakan yang terbaik bagi anak. Tidak hanya pandai dan berprestasi dalam pendidikan formal saja, tetapi juga non formal, seperti pendidikan seni, seperti halnya seniman yang memiliki kecerdasan otak yang seimbang.

    Oleh karena itu, penting untuk melatih anak dalam pendidikan seni. "Seni akan membuat tumbuh kembang anak menjadi generasi yang cerdas," ujar Bambang Wibawarta, Wakil Rektor Universitas Indonesia (UI) Bidang Pendidikan.

    Artikel lain:
    Manfaat Super Lentil Hitam, Jaga Kesehatan Tulang sampai Otak
    Memahami Kerja Otak lewat Film Horor
    Jaga Kesehatan Otak dengan Kunyit, Ini Kata Peneliti

    Menurut Bambang, mahasiswa yang belajar seni memiliki kecerdasan intelektual dan emosional yang seimbang, karena itu perlu diajarkan sejak dini.

    ADVERTISEMENT

    "Seni membuat balance otak kiri dan kanan. Tidak hanya pandai secara intelektual, tapi mahasiswa juga memiliki hard skill dan soft skill, karakter dan mindset," jelasnya.

    Bambang menuturkan, penikmat seni juga memiliki hati dan budi pekerti yang halus dan baik. Tak hanya nilai rapor atau Indeks Prestasi (IP), tetapi anak juga harus memiliki hati yang lembut.

    AURA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.