Harbolnas, YLKI Ingatkan 3 Panduan Aman Belanja Online

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Harbolnas atau Hari Belanja Online Nasional berlangsung setiap 12 Desember. Situs belanja online tentu tak menyia-nyiakan kesempatan di ajang Harbolnas 12.12 ini. Mereka menggeber promo diskon, memberikan poin, dan menawarkan berbagai keuntungan bagi pelanggan.

    Baca: Harbolnas 12.12, Kiat Mengajarkan Anak Belanja dengan Cerdas

    Ketua Pengurus Harian YLKI atau Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi mengingatkan agar masyarakat tetap hati-hati dalam bertransaksi saat Harbolnas. Berikut ini panduan aman belanja online seperti dikutip dari keterangan tertulis YLKI.

    1. Waspada diskon
    Jangan langsung tergiur jika ada barang yang kamu incar sedang diskon besar. Pastikan dulu kalau diskon tersebut adalah potongan harga yang sesungguhnya, dan bukan diskon abal-abal. Diskon abal-abal maksudnya, memberikan potongan harga dengan cara menaikkan harganya lebih dulu.

    2. Cek kredibilitas
    Pastikan konsumen berinteraksi dengan penyedia jasa belanja online atau pedagang online yang kredibel dan memiliki identitas yang jelas. Cek reputasinya via mesin mencari, salah satunya dengan memperhatikan apakah banyak dikomplain konsumen atau tidak, dan apa saja keluhan yang mereka sampaikan.

    3. Mekanisme pelayanan dan pengaduan
    Pastikan bahwa pedagang online punya mekanisme pelayanan dan penanganan pengaduan yang jelas. Sebab salah satu keluhan utama konsumen adalah sulitnya mengakses layanan pengaduan jika produk yang mereka beli bermasalah.

    Ilustrasi belanja online. Shutterstock.com

    Selain 3 tips tadi, YLKI juga mengimbau kepada pedagang online untuk mengedepankan itikad baik dalam berbisnis. "Jangan jadikan konsumen sebagai objek pemasaran yang tidak adil," kata Tulus.

    YLKI juga mendesak pemerintah segera mengesahkan rancangan peraturan pemerintah tentang belanja online, yang kini belum tuntas. Ironisnya, di tengah maraknya ekonomi digital -salah satunya belanja online, regulasi perlindungan konsumennya masih rendah. "Padahal pengaduan belanja online sangat dominan. Bahkan di YLKI pengaduan belanja online menempati posisi teratas," ucap Tulus.

    Artikel terkait:
    Dian Sastrowardoyo Punya Tips Supaya Tak Kalap saat Harbolnas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.