Persiapan Panjang Maudy Koesnaedi Menjadi Biarawati di Ave Maryam

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maudy Koesnaedi berfoto bersama suaminya Erick Meijer dan anaknya : Eddy Maliq Meijer. Instagram

    Maudy Koesnaedi berfoto bersama suaminya Erick Meijer dan anaknya : Eddy Maliq Meijer. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Maudy Koesnaedi mengejutkan pengikutnya di media sosial saat memutuskan untuk berperan sebagai Maryam di film “Ave Maryam”. Perannya sebagai seorang biarawati adalah sebuah tantangan untuk Maudy yang biasanya memiliki peran sebagai seorang ibu.

    Untuk peran ini, Maudy juga melakukan persiapan yang sangat panjang, dengan berbagai diskusi dan riset bersama sutradara Robby Ertanto.

    Artikel terkait:
    Maudy Koesnaedi: Peran Wanita di Atas 30 Tahun Masih Terbatas
    Hiburan Maudy Koesnaedi di Media Sosial: Dasar Jaenaaap

    “Panjang banget persiapannya lahir batin. Saya diskusi panjang sekali dengan Robby untuk karakter ini. Saya juga berbincang dengan suster-suster,” tutur Maudy di Festival Film Tempo 2018 di Jakarta Selatan, 6 Desember 2018.

    Sebelum syuting, Maudy juga sudah ke Semarang dua kali untuk wawancara, menulis, dan belajar mengenai karakternya. Dia mengakui kalau karakter ini sangat berbeda dengan kebiasaannya sehari-hari.

    “Saya sama Robby juga observasi masuk ke gereja. Bagaimana berdoa dan sebagainya, panjang banget deh,” lanjut Maudy.

    Syuting untuk film “Ave Maryam” memakan waktu sembilan hari di Semarang. Selama syuting, Maudy juga terus bertanya, berdiskusi, dan meminta arahan dari suster-suster yang ada.

    Baca juga:
    Maudy Koesnaedi Ragu Anak Siap Main Film, Kasting Kayak Mau Haji
    Cantik dan Bugar di Usia 40-an, Maudy Koesnaedi Jaga Pola Hidup

    Karena syuting di luar kota, Maudy juga tinggal bersama para suster. Dari hal tersebut, dia sangat terbantu untuk karakternya karena melihat keseharian para suster dan cara mereka melakukan tugas-tugasnya.

    Film “Ave Maryam” belum banyak tayang di bioskop-bioskop komersial. Namun Maudy berharap film ini bisa memberi sesuatu yang baru untuk perfilman Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.