Rabu, 12 Desember 2018

5 Reaksi Tubuh Usai Mengkonsumsi Daging Merah

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging. Pixabay.com

    Ilustrasi daging. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kita tentu sudah memahami bahwa apa yang ktia makan memiliki peran besar dengan kesehatan tubuh. Tapi kita sering kali tidak mengetahui secara detail bagaimana makanan tertentu mempengaruhi tubuh. Misalnya banyak orang beranggapan mengkonsumsi daging merah berbahaya bagi tubuh.

    Baca juga: Citra Kirana Diet, Sukses dengan Pantang Daging Merah

    Ahli diet bersertifikat di Amerika Serikat, Carrie Walder mengatakan daging merah aman dikonsumsi selama memilih sumber yang tepat bukan olahan, tidak berlebihan mengkonsumsinya, dan kebutuhan sumber nabati tercukupi.  Menurut dia, yang bermasalah jika mengkonsumsi banyak daging terutama olahan. “Seperti potongan daging beku, salami, bacon, sosis, dan lainnya. Masalah kesehatan biasanya berasal dari kebiasaan mengkonsumsi sesuatu yang instan dalam jangka panjang,” ujarnya seperti dikutip dari laman Bustlte.

    Berikut ini lima hal yang tidak diketahui yang terjadi pada tubuh saat Anda makan daging merah.

    #1. Mempengaruhi mirkobimia
    Seperti disebutkan sebelumnya, keseimbangan adalah penting ketika datang untuk makan daging. "Makan banyak daging merah dan tidak cukup sayuran dapat benar-benar mengurangi keragaman mikroflora usus (bakteri baik dalam usus kita), yang merupakan hal buruk," kata ahli nutrisi Mascha Davis. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature menemukan bahwa makan diet kaya daging dapat mengubah triliunan mikroba yang hidup di usus hanya dalam beberapa hari. Studi ini juga menemukan bahwa satu jenis bakteri yang berkembang telah dikaitkan dengan peradangan dan penyakit usus pada tikus.

    #2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
    "Sistem kekebalan mungkin mendapat dorongan dari daging merah karena mengandung banyak seng, nutrisi penting untuk menjaga kesehatan kita," kata Davis. Daging merah juga menyediakan sejumlah vitamin B12 yang baik, yang membantu membuat DNA dan menjaga saraf dan sel-sel darah merah yang sehat. Sekali lagi, jenis daging penting di sini, dengan daging merah yang tidak diolah.

    #3. Memperkuat rambut, kulit & kuku
    "Dari sudut pandang positif, daging merah adalah salah satu sumber zat besi terbaik, yang membantu menumbuhkan rambut, kulit, dan kuku kita," kata ahli nutrisi Mandy Enright. "Besi juga membentuk komponen sel darah merah yang disebut hemoglobin. Hemoglobin membantu menyediakan oksigen dari paru-paru di seluruh tubuh. Tingkat zat besi yang rendah dapat menyebabkan kekurangan energi, anemia, dan kulit sangat pucat."

    #4. Meningkatkan pertumbuhan otot
    "Daging merah adalah sumber protein tinggi, yang membantu membangun tulang dan otot," ujar ahli diet Beth Warren. Selain itu juga mengandung nutrisi seperti creatine dan carnosine.

    #5. Meningkatkan risiko kanker kolon
    Ada sejumlah studi yang menghubungkan konsumsi daging merah dengan peningkatan risiko kanker, tetapi penelitian cenderung beragam. Banyak di antaranya adalah penelitian observasional, dan mereka tidak membuat perbedaan antara daging yang diproses dan yang belum diolah. Namun, tampaknya ada ilmu yang mendukung bahwa daging merah meningkatkan risiko kanker kolorektal secara khusus. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara konsumsi daging merah dan peningkatan risiko kanker kolorektal, dengan satu studi menyimpulkan bahwa konsumsi daging merah yang tinggi meningkatkan risiko sebesar 28 persen.

    "Banyak daging merah tinggi lemak jenuh, yang meningkatkan kolesterol dalam darah," kata Warren. "Ketika kadar LDL [kolesterol] tinggi, risiko kanker meningkat." Daging merah berlebihan dapat merusak tubuh Anda, tetapi memakannya dalam jumlah sedang, dan makan yang belum diolah memiliki beberapa manfaat kesehatan yang mengejutkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.