Senin, 10 Desember 2018

Susahnya Punya Pasangan dengan Emosi Labil, Ini 11 Cirinya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan jenuh. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan jenuh. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat yang sedang mencari pasangan, penting untuk mengetahui apakah dia stabil secara emosi atau tidak. Orang yang cenderung labil secara emosi, biasanya hanya akan menciptakan drama dalam kehidupan.

    Bayangkan jika salah pilih, hidup akan dipenuhi drama sepanjang waktu. Menurut catatan Psychologytoday.com, ada 11 ciri pasangan yang emosinya tidak stabil. 

    Artikel lain:
    Pasangan Anda Kekanakan, Kenali 9 Cirinya
    Bukan Harta, Ini yang Lebih Diharapkan Wanita dari Pasangan

    #Mudah marah dan sering membuat orang lain marah
    Orang seperti ini sering membuat celoteh, lelucon, atau perkataan tanpa memikirkan konsekuensinya. Sebaliknya, dia juga sangat mudah marah dan kecewa terhadap kesalahan kecil atau sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasinya.

    #Tidak konsisten dalam waktu
    Tanda seorang memiliki emosi yang stabil adalah ketika mampu berkomitmen dalam segala hal, termasuk waktu. Dia akan datang tepat waktu, menepati janji, dan melakukan apa yang dikatakannya.

    #Memiliki hubungan keluarga yang dramatis
    Terkadang kita bisa menilai seseorang melalui keluarganya. Seseorang yang tidak memiliki kasih sayang yang utuh, perhatian yang baik, dan hubungan yang hangat dengan keluarga umumnya tidak memiliki emosi yang baik.

    #Tidak berempati
    Orang ini tidak memiliki kepekaan mengenai keadaan orang lain. Anda dapat menilainya dari responsnya ketika orang lain menghadapi situasi yang membutuhkan empati.

    Ilustrasi pasangan putus. shutterstock.com

     #Selalu berusaha menang sendiri
    Ketika Anda mengatakan sebuah pernyataan dia selalu berusaha untuk menyela perkataan Anda seolah ingin melebihi pendapat Anda. Dia tidak rela Anda menjadi pusat pembicaraan sehingga dia berupaya untuk menjadi pusat perhatian.

    #Kaku pada orang lain
    Orang-orang seperti ini tidak tahu berterima kasih dan berupaya mengambil keuntungan dari orang lain. Dia merasa baik-baik saja ketika mengabaikan orang lain asalkan dirinya diuntungkan.

    #Tidak mengakui kesalahan
    Dia tidak akan pernah mau mengakui kesalahan, sebaliknya untuk menutupi kesalahan itu, dia berbohong atau membuat alasan. Terkadang lebih parah lagi, dia melemparkan kesalahannya sendiri pada orang lain.

    #Takut pada kritik dan penolakan
    Orang yang tidak stabil umumnya tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi kritik, evaluasi, maupun komentar orang lain. Dia sangat mudah goyah suasana hatinya, menjadi negatif ketika dikritik atau merasa ditolak orang lain.

    #Lari dari permasalahan
    Kalau pasangan tidak mau membicarakan atau menyelesaikan konflik, dia adalah tipikal orang yang lari dari masalah. Dia juga cenderung menghindar dari tanggung jawab. Daripada menghadapi, dia memilih untuk lari.

    Baca juga:
    Kiat Mengembalikan Romantisme Hubungan dengan Pasangan
    Sekecil Apa pun, Sentuhan Sayang Besar Artinya buat Pasangan

    #Memiliki banyak cerita dramatis di masa lalu
    Jika dia berganti pasangan setiap tiga bulan sekali, perlu dicurigai. Bisa jadi problemnya adalah emosinya yang labil sehingga tidak bisa mempertahankan sebuah hubungan dalam jangka waktu yang lama.

    #Kelihatan tidak bisa menilai cara pandang seseorang
    Orang yang emosinya stabil umumnya dapat menilai cara pandang seseorang dengan baik, sehingga komunikasi dengan orang lain menjadi lebih baik. Berbeda dengan orang yang emosinya kurang stabil, biasanya menghadapi orang lain sesuai suasana hatinya saja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.