Rabu, 12 Desember 2018

Konsumsi Probiotik Salah Satu Cara Cegah Kanker Usus Besar

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita sakit. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita sakit. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanker usus besar dapat dicegah dengan menjaga pola makan, gaya hidup, serta mengkonsumsi probiotik. Mikroorganisme yang bisa membantu mencegah dan menanggulangi penyakit ini dapat ditemukan dari makanan, minuman, dan suplemen yang saat ini sudah beredar luas di pasaran.

    Baca juga: Awas, BAB Berdarah Bisa Jadi Tanda Kanker Usus Besar

    Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam mengatakan mengonsumsi probiotik dapat membantu sistem pencernaan sehingga dapat membantu mencegah munculnya kanker usus besar. "Probiotik itu makanan kesehatan, salah satunya untuk mencegah berbagai macam masalah penyakit pencernaan, probiotik bagus karena memberikan kuman-kuman baik di usus kita," ujar Ari, di Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018. 

    Ari menjelaskan kuman-kuman baik yang dihasilkan dari probiotik tersebut akan membantu proses fermentasi atau pembusukan dari kotoran yang menumpuk di dalam usus. "Dengan proses fermentasi yang baik, maka lebih banyak [kotoran dalam usus] yang dikeluarkan, selain itu juga proses antara probiotik dan serat akan memberikan makanan bagi usus kita, jadi jelas bahwa probiotik itu makanan kesehatan dan masuk salah satu yang bisa mencegah terjadinya kanker usus besar," jelas Ari.

    Faktor risiko penyebab munculnya kanker usus besar ini beragam. Mulai dari rokok, faktor genetik bahkan pola diet yang salah. "Beberapa faktor risiko yang telah teridentifikasi dan konsisten dalam berbagai penelitian termasuk penelitian di Indonesia adalah diet dengan konsumsi tinggi daging merah dan daging olahan serta kurangnya asupan sayur dan buah," tambah dokter Ari. Sedangkan faktor risiko lain adalah kegemukan atau obesitas, kurang gerak, alkohol, usia, serta riwayat kesehatan lain, seperti polip dan diabetes. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.