Kiat Menghindari Penyakit GERD, Jangan Lupa Kontrol Berat Badan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Asam Lambung.(TEMPO/Gunawan Wicaksono)

    Ilustrasi Asam Lambung.(TEMPO/Gunawan Wicaksono)

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda mungkin pernah merasakan nyeri dan panas di dada seperti terbakar yang diikuti dengan mulut pahit. Jangan buru-buru menilai bahwa Anda tengah mengalami serangan jantung, bisa jadi karena lambung lagi bermasalah.

    Serupa dengan jantung, penyakit asam lambung atau dikenal dengan sebutan gastroesophageal reflux disease (GERD) juga bisa menyebabkan kematian bila tidak segera diobati. Dalam tulisannya, praktisi klinis dan akademisi Ari Fahrial Syam menyampaikan GERD dapat menyebabkan berbagai komplikasi hingga berujung pada kematian.

    Baca juga:
    Apakah Anda Sakit GERD atau Tidak, Jawab Pertanyaan Berikut
    Sakit Asam Lambung atau GERD, Apa Gejala dan Risiko Terberatnya?

    Hal ini terjadi karena asam lambung atau isi lambung yang naik dapat menyebabkan luka pada dinding dalam kerongkongan. Namun, luka yang terjadi bisa makin luas dan bisa menyebabkan penyempitan dari kerongkongan bawah.

    ADVERTISEMENT

    Bahkan GERD dapat menyebabkan perubahan struktur dari dinding dalam kerongkongan hingga menyebabkan terjadinya penyakit Barrett’s, yang merupakan lesi prakanker. Di luar saluran cerna, asam lambung yang tinggi dapat menyebar ke gigi (erosi dental), tenggorokan (faringitis kronis), sinus (sinusitis), pita suara (laringitis), saluran pernapasan bawah (asma), bahkan sampai paru-paru (fibrosis paru idiopatik).

    Pertanyaan selanjutnya adalah apa yang harus dilakukan bila penyakit yang lebih sering disebabkan oleh gaya hidup ini sudah menyerang. Ada beberapa yang bisa dilakukan. Ari menyebutkan prinsip utama mengobati GERD adalah menghilangkan gejala dan mencegah komplikasi.

    Tatalaksana penyakit GERD berupa tatalaksana non-obat/perubahan gaya hidup dan tatalaksana obat-obatan. Tatalaksana non-obat yaitu perubahan gaya hidup. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk tatalaksana non-obat, pasien GERD antara lain.

    -Menghindari konsumsi daging secara berlebihan dalam waktu singkat, tetap mengonsumsi sayur dan buah-buahan.

    -Jangan tidur dalam waktu 2 jam setelah makan. Langsung tidur setelah makan akan memudahkan isi lambung, termasuk asam lambung, berbalik arah kembali ke kerongkongan.

    -Hindari makanan yang terlalu asam dan pedas. Hindari minum kopi, alkohol, atau minuman bersoda yang akan memperburuk timbulnya GERD.

    -Hindari makanan yang mengandung coklat dan keju.

    -Menghindari stress

    -Mengontrol berat badan sampai mencapai berat badan ideal.

    -Beberapa data penelitian menunjukkan bahwa pada pasien yang memang sudah mengalami GERD jika mengkonsumsi daging yang berlebih dan langsung tidur akan menyebabkan timbulnya panas di dada pada 4 dari 5 kasus.

    Artikel lain:
    Mitos atau Fakta, Fast Food dan Rokok Memicu Penyakit Gerd?
    Gejalanya Mirip Asma, Kenali Faktor Pemicu Penyakit GERD

    Berikutnya adalah tata laksana obat-obatan:

    Obat yang diberikan terutama obat-obat yang memproduksi asam lambung atau dikenal sebagai antisekresi asam lambung. Untuk lebih tepatnya, Anda bisa langsung menanyakan ke dokter langsung. Pasien dengan GERD bisa sembuh dengan menghindari faktor pencetus dan mengosumsi obat-obatan sampai tuntas sesuai petunjuk dokter.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.