Tingkatkan Karier dengan Meditasi, Ini Kaitannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita sedang bermeditasi. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita sedang bermeditasi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kehidupan modern semakin membuat stres dan tentunya akan mempengaruhi produktivitas, naiknya angka kekerasan, masalah kesehatan, bahkan lebih parah hingga bunuh diri karena depresi.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)mencatat gangguan kesehatan mental dapat membebani ekonomi kelas global sebesar USD 1 triliun karena produktivitas yang hilang dalam setahun. Tercatat lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia menderita depresi, terjadi peningkatan lebih dari 18 persen antara 2005 dan 2015. Sementara itu, 260 juta orang menderita gangguan kecemasan.

    Artikel lain:
    Tangkal Polah Negatif Anak dengan Meditasi
    Sehatkan Jiwa dan Raga dengan Meditasi

    Selain itu, data perusahaan asuransi AS Blue Cross Blue Shield (BCBS) di Amerika Serikat mencatatkan peningkatan depresi yang signifikan sebesar 33 persen. Kondisi tersebut meningkat lebih cepat di antara generasi milenial meningkat 47 persen.

    Selain itu, wanita memiliki risiko dua kali lebih besar jika dibandingkan dengan pria dalam urusan penyakit mental. Tak heran jika biaya yang dikeluarkan untuk perawatan kesehatan juga lebih besar.

    Sebagian besar faktor utama mengalami depresi dan kesehatan mental karena pengalaman yang dimiliki karyawan di tempat kerja. Berdasarkan studi 2017 Mental Health America (MHA) terhadap 17.000 karyawan di 19 industri mencatat kurangnya dukungan atasan berkontribusi terhadap tingkat stres. Faktor tersebut berkorelasi dengan ketidakpuasan kerja sebanyak 33 persen. Kemudian sebanyak 81 persen responden stres karena konflik di tempat kerja ataupun keluarga.

    Ilustrasi meditasi. puer-chay.ru

    Rutinitas dan kesibukan bisa menjadi faktor penyebab depresi sehingga dikatakan menjadi tantangan terbesar untuk menemukan kebahagiaan yang sebenarnya. Melihat kondisi tersebut, sering kali terlintas ingin memiliki GPS yang menuntun untuk hidup yang lebih bahagia.

    Meditasi dan yoga bisa menjadi salah satu solusi yang ditawarkan untuk menurunkan kadar stres pada seseorang. Direktur The Golden Space Indonesia, Helena Abidin, mengatakan kegiatan meditasi bertujuan untuk menginspirasi dan mengasah intuisi, mendengarkan kata hati.

    "Ini bisa menjadi navigator untuk pengambilan keputusan yang lebih baik, menemukan makna dan tujuan hidup sehingga akhirnya menjalani hidup bahagia," kata Helena.

    Dia mengatakan melalui program meditasi diharapkan dapat membantu untuk mengubah hidup secara otentik dengan peningkatan kualitas kemakmuran, kesehatan, kerja, hubungan atau komunikasi, dan juga lingkungan.

    Baca juga:
    Trik Agar Anak Tak Stres Menjelang Ujian, Ajak Meditasi
    7 Kiat Mengatasi Depresi dengan Cara yang Menyenangkan

    "Di dunia yang sibuk ini, tentu orang-orang ingin menjalani hidup yang lebih bermakna. Meditasi adalah keterampilan praktis untuk menyelesaikan masalah sehingga bisa menjalani hidup yang mereka inginkan," tambahnya.

    Selain itu, meditasi juga akan membantu mengetahui emosi dan innerchild mana yang menjadi akar masalah dan memberikan efek domino negatif dalam keseharian hidup. Dia mengatakan memaafkan dan mencintai diri sendiri bisa menjadi obat pertama dan utama agar sanggup memaafkan orang lain ataupun peristiwa-peristiwa di luar kontrol baik yang disadari atau tidak di sadari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.