Minggu, 22 September 2019

Mau Anak Bisa Beberapa Bahasa, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • pedagang asongan cilik, Thuch Salik yang dapat bicara multilingual sambil menjual souvenir dekat angkot wat. Sumber : The Star/Asia News Network

    pedagang asongan cilik, Thuch Salik yang dapat bicara multilingual sambil menjual souvenir dekat angkot wat. Sumber : The Star/Asia News Network

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk mendorong anak menguasai lebih dari satu bahasa, ada tiga pendekatan dasar yang bisa dilakukan orang tua. Hal itu dijelaskan oleh seorang terapis wicara asal Berlin, Jerman, bernama Lucas.

    Buat orang tua yang ingin anak mereka multilingual, berikut hal-hal yang harus dipahami.

    Baca juga:
    Olahraga Otak dengan Bicara Banyak Bahasa, Ini Kata Pakar
    Riset: Belajar Bahasa Asing Bermanfaat bagi Kesehatan

    #Satu orang satu bahasa
    Orang tua bisa melakukan pendekatan satu orang satu bahasa. Jika ibu menggunakan bahasa ibu, maka ayah yang harus konsisten berbahasa asing, misalnya bahasa Inggris. Konsistensi akan memudahkan anak melakukan pergantian bahasa.

    “Anak-anak terkadang memilih menjawab hanya dengan satu bahasa, ini normal. Namun bilingualisme bisa berkembang dengan cara dinamis, tergantung pada input dan kesempatan,” kata Lucas.

    #Terus mengobrol
    Tidak ada cara lain mengajarkan bahasa selain dengan banyak berbicara, stimulasi untuk menguasai bahasa tertentu dengan mempraktikkan bahasa tersebut dalam keseharian. Agar anak tertarik mengobrol dengan bahasa asing, kata Lucas, “Amati fokus dan perhatian anak. Lalu berkomunikasilah dengan membicarakan hal-hal yang mereka sedang lakukan atau apa yang sedang terjadi dengan bahasa sederhana dan kalimat-kalimat yang sedikit lebih panjang dari yang biasa digunakan anak.”

    Artikel lain:
    Semakin Muda Usia Belajar Bahasa, Lebih Cepat Menguasainya
    Cerita Velove Vexia Belajar Bahasa Isyarat tentang Makeup

    #Buat menyenangkan
    Buatlah belajar bahasa menjadi hal yang menyenangkan, misalnya dengan bernyanyi, bermain kata-kata, dan membaca buku sesuai usia anak.

    “Anda boleh berharap anak bilingual mampu mencapai kemampuan tertentu (seperti kata pertama, kalimat pertama, dan kalimat lengkap pertama) di waktu yang sama dengan anak-anak monolingual,” jelas Lucas.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.