Senin, 10 Desember 2018

3 Tips Sederhana Agar Keuangan Sehat, Ada Rumus Persentasenya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menghitung uang. shutterstock.com

    Ilustrasi menghitung uang. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Di awal bulan saatnya menghitung alokasi pengeluaran dari gaji yang sudah diterima. Financial Trainer and Founder QM Financial, Ligwina Hananto menyarankan biasakan mencatat pemasukan dan kebutuhan setiap bulan. Tujuannya, mengetahui ke mana saja uang mengalir dan bisa mengidentifikasi kebutuhan kurang penting.

    Baca: 5 Jurus Mengelola Uang Saat Terima Gaji Pertama

    Ligwina Hananto menjelaskan apa saja yang perlu dilakukan untuk memastikan kondisi keuangan sehat. Pertama, biasakan catat pengeluaran. Kedua, perhatikan alokasi uang. Rinciannya, 10 persen dari penghasilan bulanan untuk menabung, 30 persen untuk cicilan, dan 20 persen untuk keperluan pribadi.

    Ketiga, menentukan investasi atau tabungan untuk masa depan. Jika kamu tertarik berinvestasi, Ligwina mengatakan ada tiga hal yang perlu diperhatikan. "Pertama, tetapkan tujuan keuangan Anda. Kedua, atur penghasilan dengan cermat. Terakhir, pastikan kondisi keuangan sehat dari bulan ke bulan," kata Ligwina Hananto di acara 'Tomorrow Today Fun(d) Festival 2018' di Jakarta.

    Baca juga: Cara Mengelola Gaji agar Tetap Kaya di Akhir Bulan

    Bentuk tabungan atau investasi di masa depan, menurut dia, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Yang paling mudah, menurut Ligwina adalah dengan menabung emas. Bisa juga dengan reksadana yang mudah dibeli dan dicairkan, serta jangka waktu yang dapat dipilih sesuai tujuan. Satu lagi yang terpenting adalah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

    Ligwina Hananto juga menyarankan agar membuat rekening terpisah antara pengeluaran bulanan, rekening hura-hura, dan rekening menabung untuk tujuan tertentu seperti dana darurat, pendidikan, dan lain-lain.

    AURA

    Artikel lainnya: Agar Anak Bijak Mengelola Uang Saku


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.