Andrea Miranda, Dosen Mungil yang Jadi Tempat Curhat Mahasiswa

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andrea Miranda menunjukkan album terbarunya saat diluncurkan di Jakarta, 11 November 2015. Album Andrea Miranda melibatkan sejumlah musisi diantaranya Dian HP, Tohpati, Ifa Fachir dan Teza Sumendra. TEMPO/Nurdiansah

    Andrea Miranda menunjukkan album terbarunya saat diluncurkan di Jakarta, 11 November 2015. Album Andrea Miranda melibatkan sejumlah musisi diantaranya Dian HP, Tohpati, Ifa Fachir dan Teza Sumendra. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Di samping menjadi penyanyi teater, Andrea Miranda menjalani karier sebagai dosen. Sopranis kelahiran Bandung ini mengajar vokal mayor di program studi musik Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Banten, dua tahun terakhir.

    Baca: Anak Sering Curhat dengan Teman, Ini yang Dilakukan Titi DJ

    Selama mengajar, Andrea kerap menjadi sasaran curhat para mahasiswanya. Menurut Andrea, bisa jadi penyebabnya dia selalu membuka pintu komunikasi atau muridnya mengira si ibu dosen hampir seumuran. Melihat perawakan Andrea yang kinyis-kinyis, sulit menebak usianya 32 tahun. “Apalagi badanku mungil,” kata perempuan bertinggi badan 155 sentimeter itu seraya tertawa.

    Andrea Miranda tampil dalam showcase peluncuran album perdananya di Jakarta, 11 November 2015. Album ini juga melibatkan Budapest Music Orchestra asal Hungaria. TEMPO/Nurdiansah

    ADVERTISEMENT

    Dea, panggilan Andrea Miranda, mengatakan curahan hati itu datang melalui pesan WhatsApp. Biasanya, pengirimnya adalah mahasiswa yang mulai mengerjakan tugas akhir. "Karena pernah berada di posisi mereka, aku ngerti banget apa yang mereka rasain," ujar alumnus Universitas Pelita Harapan tersebut.

    Baca juga: Jangan Abaikan Curhat Orang Depresi di Media Sosial

    Mengajar tidak membuat Andrea Miranda kehabisan waktu, meski jadwalnya sedang padat-padatnya. Putri komponis Purwacaraka itu tampil sebagai Ainun Habibie dalam Opera Ainun, September lalu; menggelar konser tunggal, sebulan kemudian; dan menjadi pemeran utama pergelaran drama tari Genta Sriwijaya di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. "Aku lebih suka sibuk banget daripada enggak ada kerjaan. Kalau enggak ada kerjaan, malah pusing," ucapnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.