Minggu, 22 September 2019

Cara Memilih Suntik Kurus yang Aman untuk Turunkan Berat Badan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi langsing. shutterstock.com

    Ilustrasi langsing. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tubuh kurus dan langsing tentu idaman banyak wanita. Survei dari US National Library of Medicine National Institutes of Health di Amerika Serikat menunjukkan kalau 91 persen wanita tidak puas dengan berat badannya. Di Indonesia sendiri, banyak yang mencari informasi mengenai cara untuk kurus.

    Baca juga: Langsing dan Kurus Tak Sama, Apa Bedanya?

    Saat ini, banyak e-commerce atau klinik kecantikan yang menawarkan suntik kurus. Hal tersebut adalah salah satu cara untuk mendapatkan bentuk tubuh yang langsing saat wanita tidak merasa percaya diri dengan berat badannya. Cairan tersebut bisa ditemukan dengan harga Rp 150 ribu sampai Rp 500 ribu, namun belum terjamin keamanannya. Terutama suntik kurus yang dilakukan sendiri karena dibeli secara online.

    Head of Medical and Training ZAP Clinic Dara Ayuningtyas mengingatkan agar melakukan suntik kurus dengan bantuan dokter atau tenaga medis. "Karena jaringan subkutan yang menjadi sasaran injeksi banyak mengandung pembuluh darah,” ujar Dara dalam keterangan resmi. Jika salah sasaran suntik, Anda bisa merasakan lebam dan nyeri. Namun, dalam jangka panjang, pembuluh darah bisa pecah dan mengakibatkan gangguan pada jaringan sekitar. Karena itu, suntik kurus bisa berakibat fatal jika dilakukan tanpa pengawasan tenaga medis.

    Bila ingin menurunkan berat badan dengan cara yang aman, ada suntik dengan obat yang sudah mendapatkan sertifikat dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Suntik yang aman dapat membantu menghancurkan jaringan lemak berlebih di area lengan atas, perut atau paha atas, namun memastikan kalau cairan yang diberikan tidak berlebihan.

    Klinik kecantikan yang memiliki suntik kurus yang aman biasanya mengikuti standar internasional. Sebelumnya, Anda harus memastikan kalau jarum suntik yang digunakan dalam keadaan steril, agar tidak mengakibatkan infeksi atau nekrosis jaringan.

    Prosedurnya juga tidak mudah, karena harus ada sesi konsultasi pasien dengan dokter, pasien diukur tekanan darahnya, dan dokter memastikan area yang ingin dikurangi lemaknya tidak memiliki iritasi atau benjolan. Dalam satu kali treatment, lingkar area biasanya dapat berkurang dari 1-4 centimeter. Cairan lemak yang hancur akan keluar melalui air seni atau keringat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.