Cara Shireen Sungkar Merawat Kesehatan Keluarga

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shireen Sungkar. Tabloidbintang.com

    Shireen Sungkar. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi aktris dan influencer Shireen Sungkar kebersihan dan kesehatan keluarga hal yang sangat penting. Namun, ibu tiga anak ini mengaku ada yang luput dari perhatiannya yaitu kebersihan botol minuman.

    Baca juga: Shireen Sungkar Terinspirasi Fashion Muslimah Dubai

    Istri dari aktor Teuku Wisnu ini menyangka bahwa proses pencucian yang dilakukan sudah cukup bersih. “Biasanya aku cuci botol pakai cara biasa, dengan air panas lalu dikocok-kocok. Aku pikir sudah cukup bersih, ternyata belum,” katanya, saat ditemui di Jakarta, Rabu 28 November 2018.

    Shireen Sungkar sadar botol yang kurang bersih berpotensi menjadi media pertumbuhan bakteri dan menimbulkan penyakit. Terlebih bila botol habis digunakan untuk susu, jus, kopi, atau teh, lama kelamaan botol berubah warna (buram) dan ada goresan. “Awalnya aku berpikir merk botolnya yang kupilih salah. Ternyata cara mencucinya yang kurang tepat,” tambahnya.

    ADVERTISEMENT

    Pentingnya Kesehatan Keluarga bagi ShireenShireen Sungkar. JIBI/BISNIS - Dewi Andriani

    Namun kini, Shireen Sungkar sudah menemukan cara untuk membersihkan botol dengan baik. "Sekarang aku mencuci botol tanpa khawatir lagi. Sabutnya memiliki daya scrubbing power tanpa menimbulkan goresan. Apalagi, setelah aku tahu goresan tersebut bisa menjadi sarang bakteri di botol,” tuturnya perihal Scotch-Brite™ Bottle Cleaner

    Gagang yang panjang memudahkan Shireen menjangkau semua sudut botol, hingga botol yang tinggi sekalipun. Apalagi, sponsnya memiliki daya antibakteri. “Ini penting banget. Kita kan gak mau bersihin botol dengan spons kotor,” ujar Shireen Sungkar.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.