Tips Menjaga Kesehatan Miss V dari Dokter Sonia Wibisono

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bau tak sedap di area miss v. tabloidbintang.com

    Ilustrasi bau tak sedap di area miss v. tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi setiap wanita menjaga kesehatan dan kebersihan organ kewanitaan sangat penting. Selain untuk mencegah penyakit, merawat miss v juga sangat penting untuk menunjang kepercayaan diri.

    Baca juga: Miss V Kurang Mencengkeram, Coba Latihan Menjepit Ini

    Praktisi kesehatan dr. Sonia Wibisono membagikan tips dalam menjaga kesehatan organ kewanitaan. "Secara higienis setiap hari sangat penting menjaga kekeringan organ intim tidak boleh basah. Kalau celana dalam basah bisa diganti jangan didiamkan. Kalau nggak bisa pakai lapisan yang bisa diganti," ucap dr. Sonia Wibisono di Jakarta, Selasa 27 November 2018.

    Dia juga menyarankan kepada wanita agar berhati-hati ketika menggunakan air seperti di fasilitas toilet umum yang kebersihannya belum tentu terjamin. "Hati-hati menggunakan air di toilet umum karena di Indonesia masih belum bersih. Airnya
    dapat dari mana, misalnya dapat dari kran kadang krannya karatan makanya tidak bisa jadi jaminan," ujarnya.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, Sonia menginatkan kepada wanita agar tidak sembarangan menggunakan sabun untuk membersihkan vagina. Sebab, jika salah bisa membunuh bakteri baik yang ada di organ kewanitaan tersebut. "Organ intim wanita sifatnya asam antara 3,5 sampai 4,5 pH dan memang harus dipelihara karena ada bakteri yang gunanya menjaga kesehatan organ intim itu," ujar Sonia.

    "Asamnya harus ada karena bakteri baik menjaga organ intim wanita dan itu tidak boleh mati kalau mati terkena sabun lain yang bukan khusus untuk organ intim bisa menyebabkan kanker makanya harus pakai sabun khusus," tutupnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?