Kata Psikolog Tentang Fase Tersulit dalam Pernikahan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hingga saat ini Gisella Anastasia dan Gading Marten masih belum menanggapi kabar perceraiaan mereka. Dan dilihat di akun instagram, Gisel masih menyimpan foto-foto kemesraan dirinya dengan Gading Marten. Foto/instagram/gisel_la

    Hingga saat ini Gisella Anastasia dan Gading Marten masih belum menanggapi kabar perceraiaan mereka. Dan dilihat di akun instagram, Gisel masih menyimpan foto-foto kemesraan dirinya dengan Gading Marten. Foto/instagram/gisel_la

    TEMPO.CO, Jakarta - Keputusan Gisella Anastasia mengguggat cerai suaminya Gading Marten mengejutkan publik. Selama ini pasangan muda itu terlihat harmonis. Terlebih mereka juga memiliki seorang putri yang lucu dan menggemaskan, Gempita Nora Marten.  

    Baca juga: Gisella Anastasia-Gading Marten Cerai, Ini Fase Sulit Pernikahan

    Pada saat kita melihat film romantis, seringkali cerita selesai dengan adegan pernikahan. Hal tersebut menyatakan kalau pernikahan menandakan akhir yang bahagia untuk setiap pasangan. Padahal, pernikahan adalah fase kehidupan baru yang juga akan memiliki berbagai tantangan tersendiri. Pernikahan membutuhkan perjuangan dari kedua belah pihak untuk mempertahankannya.

    Psikolog Kasandra Putranto, menjelaskan ada tahun yang menjadi fase tersulit dalam pernikahan. “Pada kebanyakan orang, lima tahun pertama dianggap sebagai fase tersulit dalam pernikahan karena pasangan biasanya masih dalam proses penyesuaian untuk saling terbuka, menerima kondisi sebenar-benarnya pasangan, dan menjaga ekspektasi agar sesuai dengan realita,” tutur Kasandra Putranto kepada Tempo, Kamis 22 November 2018.

    ADVERTISEMENT

    Namun semua pasangan memiliki fase tersulit yang berbeda. Hal tersebut juga tergantung berapa lama pasangan sudah mengenal satu sama lain sebelumnya, atau hubungannya sebelum menikah. “Fase ini tidak selalu sama pada setiap pasangan, bergantung pada tingkat kedewasaan masing-masing pasangan saat melakukan penyesuaian dan penerimaan,” lanjut Kasandra.

    Penyesuaian dan penerimaan ini sangat penting untuk mempertahankan pernikahan. Bila tidak berhasil menyesuaikan diri dan menerima situasi dan perubahan dalam pernikahan, hubungan pernikahan bisa menjadi rentan, atau bahkan menjadi retak. Karena itu, fase tersulit dalam pernikahan semuanya tergantung pada pasangan tersebut dan bagaimana mereka menghadapi tantangan dan perubahan yang ada di dalam pernikahan.



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.