Ingin Liburan Hemat, Tapi Jangan Sampai Melakukan 5 Hal Ini

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi wisata Jepang (pixabay.com)

    ilustrasi wisata Jepang (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat yang senang berjalan-jalan atau ingin liburan, bepergian memang menyenangkan dan menjadi kegemaran banyak orang. Tapi kesenangan ini bisa menguras kantong cukup dalam.

    Sebagian orang sudah mencoba berbagai cara mudah untuk menekan biaya, seperti menukar poin kartu kredit dengan voucher hotel, membeli tiket pesawat ketika sedang ada promosi, atau memilih makan di kedai daripada restoran.

    Artikel lain:
    Ingin Liburan ke New York, Jangan Lupa Perhatikan Hal Berikut
    5 Barang yang Tak Boleh Ketinggalan saat Liburan

    Sebagian orang lagi bepergian dengan cara yang sangat ekstrem untuk bisa mengirit sebanyak mungkin, bepergian dengan modal sangat minim atau bahkan nekat. Mereka menumpang kereta barang, truk, tidur di stasiun, terminal, atau rumah ibadah agar tidak perlu keluar uang.

    ADVERTISEMENT

    Berkelana dengan cara hemat boleh-boleh saja. Tapi tetap saja jangan keterlaluan bila ingin menghemat. Hindari lima hal yang diberikan Cheat Sheet berikut ini meski dalam hati kita ingin berhemat.

    #Tak tahu diri
    Mengombinasikan jiwa petualang dengan kebaikan orang lain memang tak ada salahnya. Kita bisa berkeliling dunia tanpa mengeluarkan banyak biaya. Bloger dan aktivis Rob Greenfield telah menjelajahi banyak negara dengan bersepeda dan berkemah di alam terbuka.

    Bila kita tak suka tidur beratap langit, cobalah mengikuti laman Couchsurfing, di mana kita bisa berkenalan dengan banyak orang di seluruh dunia, menumpang tidur di rumahnya, dan sebaliknya mereka akan tidur di rumah kita saat berkunjung. Cara lainnya adalah dengan bekerja di pertanian atau peternakan demi mendapatkan kamar dan makan gratis dari pemiliknya.

    Namun, jangan memanfaatkan kebaikan orang lain dengan tak tahu diri. Jika menginap di rumah orang lain, bantulah tuan rumah memasak atau bersih-bersih. Bila menumpang kendaraan orang lain, berilah ia uang tambahan untuk membeli bensin dan membayar tol, jangan pura-pura bodoh dengan diam saja.

    Ilustrasi liburan (freepik.com)

    #Melewati sesuatu di daftar agar menghemat
    Banyak area bagus dan terkenal di tempat yang kita kunjungi tapi kita melewatkannya agar bisa menghemat. Contohnya tidak menaiki Menara Eiffel sampai ke puncak saat ke Paris demi menghemat 17 euro.

    #Memilih hotel hanya karena harga
    Banyaknya situs wisata yang bermunculan sangat membantu dalam memesan tiket transportasi dan hotel. Namun memilih hotel yang tarifnya paling murah bisa menjadi bumerang bila kita tidak berhati-hati. Bisa jadi hotel tersebut sangat jauh dari pusat kota, transportasi sulit, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk ongkos transportasi lebih besar. Selain harga, pastikan juga lokasi hotel tersebut dan hanya selisih Rp 50-100 ribu tak akan menjadi masalah bila aksesnya ke banyak tempat lebih mudah.

    Baca juga:
    Nilai Tukar Dolar Naik, Liburan Jalan terus dengan Tips Berikut
    Langkah Mudah Mencegah Kulit Rusak Usai Liburan

    #Menjadi korban penipuan
    Para pengelana yang senang memburu perjalanan murah bisa menjadi korban penipuan agen wisata abal-abal. Biasanya, agen tersebut akan menyodorkan berbagai penawaran gratis, mulai dari tiket pesawat, hotel, atau karcis masuk tempat hiburan dan ternyata semuanya hanya bohong belaka.

    #Mengakali tiket pesawat
    Tak sedikit orang yang ingin bepergian murah dengan membeli tiket pesawat sekali jalan yang transit di kota yang sebenarnya kita tuju. Trik ini disebut “hidden city’”dan dipopulerkan oleh situs Skiplagged. Ketika pesawat transit, kita turun dan tidak kembali lagi sehingga pesawat berangkat ke tujuan yang lain.

    Tiket ke kota transit, misalnya Dubai, sering lebih murah daripada membeli tiket pesawat yang memang memiliki tujuan utama ke Dubai. Namun cara ini bukan tanpa risiko karena kita telah melanggar “kontrak” dengan pihak maskapai dan mereka bisa mengambil tindakan dengan berbagai cara di masa datang bila kita ingin bepergian dengan maskapai yang sama.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.