Amankah Diet Keto saat Hamil?

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita hamil makan buah. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita hamil makan buah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Diet keto cukup digemari banyak orang untuk menurunkan berat badan. Diet ini menerapkan pola makan rendah karbohidrat dan memperbanyak asupan lemak seperti protein hewani. Asupan lemak inilah yang akan menggantikan peran karbohidrat sebagai sumber energi.

    Baca juga: Diet Keto, Boleh Makan Enak Asal Tanpa Karbohidrat

    Lantas apakah para wanita hamil boleh melakukan diet keto, atau itu justru ide yang buruk untuk calon ibu dan bayinya? Mengutip laman Women’s Health, diet selama kehamilan dengan cara apa pun tidak disarankan, terutama ketika Anda seharusnya mengonsumsi 300 kalori tambahan setiap hari, menurut American Pregnancy Association.

    Dokter kandungan bersertifikat di Winnie Palmer Hospital for Women and Baby, Amerika Serikat, mengatakan diet selama kehamilan kuncinya adalah diet seimbang. "Anda mungkin akan menghindari suplemen selain vitamin prenatal, dan menghindari makanan yang mengandung banyak gula dan lemak,” ujarnya.

    ADVERTISEMENT

    Sedangkan, diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak ini benar-benar mendorong para pelaku diet untuk membatasi banyak buah, karena kandungan gulanya sama dengan karbohidrat. Ini agar tetap dalam ketosis, keadaan di mana tubuh Anda menggunakan lemak untuk bahan bakar, bukan karbohidrat.

    Ilustrasi diet ketogenik. shutterstock.com

    Meski begitu, tidak ada data ilmiah yang melarang atau membolehkan wanita hamil menjalani diet keto. "Pada titik ini, sangat sedikit yang diketahui tentang efeknya pada janin yang sedang berkembang," kata Greves. Terus-menerus berada dalam ketosis cukup mengkhawatirkan, karena ketosis bukanlah keadaan tubuh normal.

    Selain diet keto pada umumnya, kehamilan biasanya bukan waktu yang tepat untuk mencoba menurunkan berat badan. “Saya akan mengatakan menunggu, dan makan apa yang kita tahu baik-baik saja selama sembilan bulan kehamilan,” kata Greves. Jika terpaksa harus menurunkan berat badan setelah melahirkan, mulailah diet dan olahraga.

    Namun tidak semua aspek diet keto bertentangan dengan diet kehamilan yang sehat. Misalnya, orang biasanya mengurangi makanan olahan saat mereka sedang ketocdan itu bukan hal yang buruk. Selain itu,  Anda juga dapat membatasi jumlah makanan manis yang dimakan, sambil memastikan untuk makan banyak buah sehat dan sayuran yang dapat bermanfaat bagi kehamilan Anda.

    “Cobalah untuk makan lebih sehat secara umum,” kata Greves. Kemudian, setelah melahirkan, tidak ada alasan yang membuat Anda tidak bisa diet keto. Tapi perku diingat mungkin diet bukan pilihan yang terbaik, karena Anda harus menyusui. Tentu saja, jika memiliki pertanyaan tentang diet saat hamil, bicaralah dengan dokter Anda.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.