Ini Pentingnya Memaafkan dan Dimaafkan dalam Rumah Tangga

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bertengkar. Shutterstock

    Ilustrasi bertengkar. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Rela memaafkan dan mau meminta maaf adalah bagian krusial dalam rumah tangga. Faktanya, menyimpan kemarahan, kekecewaan, dan kekesalan pada pasangan hanya akan membuang waktu.

    Kurangnya maaf dalam rumah tangga bisa menjatuhkan istri dan suami, khususnya mempengaruhi kesehatan emosi, perasaan, dan juga mental. Lalu, bagaimana caranya memaafkan pasangan yang membuat kita terluka? Berikut ini tipsnya, seperti dikutip dari www.verywell.com.

    Baca juga:
    Jaga Kerukunan Rumah Tangga, Jangan Ucapkan Ini kepada Suami
    4 Tanda Rumah Tangga Sehat dan Harmonis  

    1. Terbuka dalam menerima permintaan maaf dari pasangan.

    2. Buatlah keputusan untuk memaafkan pasangan secara sadar.

    3. Ketika bayang-bayang pengkhianatan atau perilaku pasangan terlintas di pikiran, ambil waktu sejenak untuk menenangkan diri. Anda juga bisa mencari ketenangan atau kesibukan untuk mengalihkan pikiran.

    4. Jangan lagi ungkit kesalahan pasangan jika Anda memutuskan untuk memaafkannya.

    5. Tidak perlu membalas dendam karena hal ini hanya akan memperparah luka. Balas dendam tidak akan membuat Anda merasa lebih baik.

    6. Terima kenyataan bahwa kesalahan atau perilaku pasangan bukan karena kesalahan Anda.

    7. Ingatlah bahwa memaafkan bukan berarti memaklumi kesalahan atau perilakunya.

    8. Sabarlah terhadap diri sendiri, memaafkan itu membutuhkan waktu.

    Bagaimana caranya meminta maaf pada pasangan yang terluka karena kita?

    * Tunjukkan ketulusan dan pengakuan akan kesalahan yang sudah Anda perbuat.

    Artikel lain:
    Selamatkan Pernikahan, Kubur Ego dalam Rumah Tangga
    Sebab Masalah Rumah Tangga Cukup Jadi Rahasia Suami-Istri

    * Bersedialah membuat komitmen untuk tidak menyakiti pasangan lagi dengan mengulangi perilaku yang sama.

    * Terima segala konsekuensi dari perbuatan Anda.

    * Jika pasangan ingin Anda berjanji, tepatilah.

    * Sabarlah jika pasangan belum mampu memaafkan karena membutuhkan waktu.

    * Meminta maaflah secara langsung dan tunjukkan sikap menyesal.

    Bagaimana jika perbuatannya tidak termaafkan?

    Jika pasangan melakukan kekerasan, terus-menerus mengkhianati, selalu berbohong, bahkan tidak menunjukkan penyesalan, inilah saatnya untuk berhenti. Inilah waktunya untuk mengevaluasi kembali pernikahan. Dalam hal ini Anda mungkin membutuhkan pertolongan orang lain bahkan profesional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.